Advokat Aan Tawli Raih Doktor Ilmu Hukum Teliti Regulasi Bantuan Hukum

- Senin, 15 November 2021 | 12:12 WIB
Advokat Aan Tawli raih gelar doktor ilmu hukum di Unissula. (suaramerdeka.com/Hari Santoso)
Advokat Aan Tawli raih gelar doktor ilmu hukum di Unissula. (suaramerdeka.com/Hari Santoso)

Hal paling utama ditujukan untuk membantu pencari keadilan dari golongan kaum tidak mampu.

Baca Juga: PT Madeg Pilar Prayoga Rugi Rp 311,886 Juta, Manajer Diduga Salahgunakan Uang Setoran

“UU Advokat Pasal 22 ayat (1) tegas mewajibkan advokat untuk menangani pula perkara pro bono. Hanya saja kewajiban memberikan bantuan hukum secara gratis ini tidak dijelaskan ruang lingkup dan proporsinya. Realisasinya membuat praktek pro bono advokat belum berjalan seperti yang diharapkan,” kata in House Lawyer PT Sido Muncul Group dan PT Suara Merdeka Group itu.

Pada hakikatnya, pemberian bantuan hukum kepada masyarakat miskin tidak terlalu berbeda dengan konsep bantuan yang diberikan advokat secara umum.

Mencakup keperdataan, pidana,serta tata usaha negara baik litigasi maupun nonlitigasi.

Seiring dengan itu riset yang dijalankan Aan Tawli berkeinginan memberikan usaha pemecahan masalah termasuk menggali nilai-nilai kebaruan di bidang ilmu dan pengetahuan hukum.

Misal langkah rekonstruksi UU 16/2011 tentang Bantuan Hukum.

Dijelaskan penyempurnaan aturan itu berkenaan prinsip bantuan hukum yang diberikan kepada pencari keadilan dari golongan kurang mampu yang tetap harus menjunjung tinggi profesionalitas, tanpa rasa diskriminasi, dan cuma-cuma.

Alasannya, juga karena dalam pelaksanaan di lapangan pemberian bantuan hukum selama ini yang muncul adalah formalitas dan ala kadarnya.

Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut dan harus dibenahi.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengacara Kamaruddin Minta Oknum Jaksa Diperiksa

Jumat, 25 November 2022 | 16:48 WIB

RUU KUHP Segera Disahkan, Ini Komentar Ahli Hukum

Jumat, 25 November 2022 | 14:12 WIB
X