Kemenprarekraf Sosialisasikan Program Baru, Targetkan Kaum Milenial dan Generasi Z

- Senin, 15 November 2021 | 10:00 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, menginginkan Politeknik Pariwisata Negeri (Poltekpar) Lombok jadi pusat unggulan. (suaramerdeka.com / dok)
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, menginginkan Politeknik Pariwisata Negeri (Poltekpar) Lombok jadi pusat unggulan. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagai upaya percepatan pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia menyosialisasikan program baru yang menargetkan kaum milenial dan generasi Z.

Berfokus pada demografi terbesar di Indonesia, program yang dihadirkan oleh Kemenparekraf ini akan berfokus pada upaya re-skilling dan up-skilling generasi Z dan milenial dari seluruh kota di Indonesia.

Merinci program tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengungkapkan ada empat komponen penting yang menjadi fokus utama kampanye tersebut.

Dengan mengacu pada 4 AS, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, yang pada akhirnya digunakan untuk memulai inovasi baru dalam upaya menghidupkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: 180 Siswa SIJ Terima Paspor dari KJRI Jeddah, Syarat Mendapat Akses Vaksin

"4 AS berarti Kerja KerAS (Work Hard) -- mengoptimalkan keterampilan dan kompetensi secara strategis untuk mencapai kesuksesan, Kerja CerdAS (Work Smart) -- menggunakan teknologi, digitalisasi, virtualisasi, dan sains untuk mengubah bisnis."

"Kemudian, Kerja TuntAS (Work Thoroughly) -- menemukan cara-cara kreatif untuk mengusir kebosanan dan ketakutan, Kerja IkhlAS -- selalu pastikan untuk melakukan yang terbaik dan serahkan ke Yang Maha Kuasa untuk menentukan hasilnya," jelas Sandiaga.

Lewat 4 AS, Generasi Z dan Milenial juga didorong untuk memberikan kontribusi besar terhadap negara.

Karena itu, program ini juga menawarkan serangkaian inisiatif untuk pemberdayaan pemuda di sektor pariwisata dan industri kreatif, termasuk pelatihan teknis, webinar, bimbingan, dan program inkubator, dengan mengacu pada tiga pilar utama Kemenparekraf: Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi.

Baca Juga: Kucing Ternyata Bukan Satu-satunya Penyebar Parasit Toxoplasma, Ini Penjelasannya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X