Sistem Cegah Tabrakan KA , Teknologi ATP dengan Sistem ETCS Lengkapi Kereta LRT

- Minggu, 14 November 2021 | 19:40 WIB
Kecelakaan kereta LRT di Jakarta Timur.(foto: @jktinfo)
Kecelakaan kereta LRT di Jakarta Timur.(foto: @jktinfo)

BANDUNG, suaramerdeka.com - LRT Jabodetabek yang sempat mengalami tabrakan pada saat ujicoba tenyata belum sempat diinstal sistem pencegah tabrakan. Bersama kereta lainnya yang di antaranya masih dibangun, fasilitas itu termasuk fitur yang disematkan.

 
Menurut Manager Sales Engineering Len Railway Systems, Rudi Suherdiana, khusus LRT Jabodetabek, Len memang terlibat di dalamnya. Hanya saja, pihaknya menyerahkan persoalan tersebut ke pabrikan yang menanganinya. 
 
Meski demikian, pihaknya cenderung tak menampik urusan persinyalan tak bisa dikesampingkan dalam kejadian tersebut terutama dengan kehadiran fitur ATP atau ATO. 
 
"Pada saat insiden, sistem ATO dan ATP-nya belum diaktifkan, sehingga hal demikian bisa terjadi, namun jika sistem ATP dan ATO ini sudah dilakukan pengujian, integrasi sistem dan diaktifkan, kejadian tersebut bisa dicegah," tandasnya kepada suaramerdeka, pekan lalu.
 
Tak hanya cegah tabrakan, sistem tersebut terutama ATO sebenarnya bisa digunakan untuk kepentingan operasional yang lebih maju. Dikendalikan tanpa kehadiran masinis di kabin kereta.
 
Menurut dia, perkembangan teknologi tersebut di dunia menunjukan bahwa sudah banyak negara yang tersebar di Asia, Amerika, Eropa, dan Australia yang mengimplementasikannya untuk perkeretaapian perkotaan maupun KA Bandara-nya.
 
"Kendali KA tanpa masinis itu bisa banget, dengan sistem automatic train operation. Sistem ini bisa dibenamkan pada sarana KA dan prasarana dengan sistem persinyalan CBTC (Comunication Based Train COntrol) atau ETCS (European Train Control System) level 2 dan 3," jelasnya.
 
Di Indonesia, kata Rudi Suherdiana, sebenarnya sudah ada sistem yang menggunakan ATO CBTC yakni di APMS (Automatic People Mover System) KA Layang Bandara International Soekarno-Hatta, dan yang tengah proses pembangunan adalah ETCS (European Train Control System) level 2 di Proyek LRT Jabodebek yang sempat jadi sorotan.
 
Lebih dari itu, sedikitnya 5 perjalanan kereta yang di antaranya masih dalam proses pembangunan melengkapi dirinya dengan sistem pencegah tabrakan. 
 
Sistem tersebut baik automatic train protection (ATP) atau automatic train operation (ATO) merupakan bagian dari solusi untuk menambah faktor keselamatan perjalanan.
 
"Ini merupakan solusi yang tepat. Karena perlu dilakukan pembangunan secara massif terkait dengan ATP, terlepas dari teknologi mana yang akan diimplementasikan, dan mestinya di seluruh lintas perkeretaapian seluruh Indonesia." katanya.
 
Dari datanya, sejumlah kereta sudah dan akan dilengkapi fitur tersebut. Di antaranya teknologi ATP dengan sistem ETCS level 1 sudah terpasang di LRT Sumatera Selatan dan ATP dengan sistem CBTC sudah terpasang di APMS KA Layang Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
 
Kemudian Sistem ATP dengan sistem Fix Blok terpasang di LRT Jakarta (Korea), ATP dengan sistem CTCS level 2 sedang pula dibangun di Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC), dan ATP dengan sistem ETCS Level 2 pada LRT Jabodebek.
 
Dalam kaitan itu, anak perusahaan BUMN Strategis Len Industri ini menegaskan komitmennya menghadirkan keandalan sistem perkeretaapian terutama fasilitas operasi KA. Kegiatan penelitian dan pengembangan bakal dikedepankan.
 
"Di antaranya karena kami ingin memproduksi secara mandiri keseluruhan komponen atau peralatan. Sekarang ini baru di sistem interlocking, interface block module dan perangkat luar persinyalan LED signal yang sudah menjadi produk original Len. Terlebih karena kami juga ingin melakukan eksport sistem dan peralatan produksi ke luar negeri," jelasnya.
 
Len sendiri sudah memasang sistem produksinya di jalur milik pemerintah lebih dari 100 stasiun yang tersebar di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Sistem persinyalan itu terdiri dari Sistem Interlocking SIL02, SIL02NG (SiLSafe4000), SIL03 (SiLSafe3000), perangkat luar persinyalan (SiLTrack) dan sistem catu daya (Gardu Traksi) di Jabodetabek, serta sistem telekomunikasi.

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPJS Kesehatan Jamin Kelahiran, Simak Selengkapnya

Senin, 5 Desember 2022 | 18:55 WIB
X