Hendi Ajak Warga Galakkan Urban Farming

Nugroho
- Selasa, 23 Maret 2021 | 23:06 WIB
(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemkot Semarang ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada. Meski kecil, lahan yang dimiliki terbatas, masih bisa digunakan untuk melakukan upaya ketahan pangan secara mandiri. Seperti panen padi di halaman Balai Kota Semarang, Senin, 23 Maret 2021, yang merupakan program dari Dinas Pertanian Kota Semarang.

Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, penanaman padi di halaman Balai kota memberikan efek penghijauan meski tidak signifikan. Namun bila warga melakukan hal yang sama tentu akan memberikan dampak positif yang berlipat.

''Tujuan kita memberi contoh kepada masyarakat sebuah gerakan tidak hanya menghijaukan wilayah. Menghijaukan rumah tapi hijau yang kemudian ada manfaatnya, ada masa panen dan sumber pangan,'' imbuh Hendi.

Dirinya mengungkapkan dengan kondisi Kota Semarang sebagai kota metropolitan, luasan sawah mengalami keterbatasan bila dibandingkan dengan daerah sekitar. Namun, sebenarnya, luas lahan yang terbatas tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam, sehingga tumbuh ketahanan pangan secara mandiri.

''Semarang ini wilayah perkotaan. Kalau lihat secara struktur topografi, di Kota Semarang ini sawahnya hanya 2.300 ha. Sangat kecil kalau dibandingkan dengan Kabupaten Semarang yang luas lahan sawahnya 28.000 hektar,'' lanjutnya.

Meski demikian, Hendi beserta jajarannya tetap berkomitmen untuk mempertahankan lahan pertanian dan menciptakan urban farming di Kota Semarang.

Pemkot Semarang pun akan memperhankan lahan sawahnya. Ini sudah tertera dalam Perda RT/RW, di mana lahan-lahan pertanian dan lahan-lahan hijau, sebagai wilayah konservasi harus pertahankan. Dirinya pun menambahkan dengan mempertahankan lahan pertanian bukan hanya ketahanan pangan saja yang akan tercukupi, namun juga menjaga lingkungan agar tidak terjadi banjir.

Dalam pemanenan padi tersebut terdapat lima rak dengan hasil panen mencapai 1,5 Kg beras setelah 113 hari penanaman. Varietas yang ditanam pun merupakan beras kategori premium yang memiliki nilai jual tinggi, yakni Baroma atau Basmati Aromatik. Selain padi, beragam tabulampot buah-buahan juga telah menambah estetika di Taman Balai Kota, yang biasa digunakan sebagai ruang publik.

Ke depan demi mendongkrak hasil panen, Dinas Pertanian akan mengubah media penanaman semula menggunakan rak, menjadi polybag.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

X