Sertifikat Vaksin Syarat Bepergian, Satgas: Baru Sebatas Wacana dan Belum Direalisasikan

- Rabu, 24 Maret 2021 | 08:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA , suaramerdeka.com -  Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat bahwa sertfikasi vaksin sebagai syarat pelaku perjalanan untuk bepergian, belum direalisasikan. Untuk saat ini, hal itu baru sebatas wacana dan pemerintah pun saat belum melakukan pembahasan lebih lanjut terkait sertifikat vaksin dan tetap akan menunggu hasil kajian yang valid.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menanggapi pertanyaan media dalam agenda keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (18/3/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. "Sampai dengan saat ini, hal tersebut merupakan wacana," jelasnya.

Wiku menuturkan, untuk mewujudkannya masih harus dilakukan studi lebih lanjut tentang efektivitas vaksin dalam menciptakan kekebalan individu kepada orang yang telah mendapatkan vaksin Covid-19. Jika tidak ada hasil studi yang valid, maka tidak ada jaminan kekebalan individu tercipta.

Baca juga: Pemerintah: Jangan Sebar Sertifikat Vaksinasi Covid-19

"Apabila sertifikat tersebut dikeluarkan tanpa adanya studi yang membuktikan adanya kekebalan individu telah tercipta, maka pemegang sertifikat tersebut memiliki potensi tertular atau menularkan virus Covid-19 selama melakukan perjalanan," tegasnya.

Terpisah, epidemiolog UGM dr Riris Andono Ahmad PhD mengatakan dengan tidak adanya larangan mudik tahun ini pemerintah daerah bisa memberlakukan kebijakan dengan memastikan mereka yang datang memiliki sertifikat vaksin atau surat bebas infeksi. Ini sebagai upaya meminimalkan risiko, meskipun risiko tersebut tetap saja ada dan tidak hilang sama sekali.

Namun, Riris berharap pemerintah daerah dalam membuat kebijakan tetap harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab, untuk kondisi sekarang ini bisa saja daerah membuat kebijakan sesuai konteks lokal asal tidak bertentangan.“Surat vaksin, bebas Covid-19 dan lain-lain masih sangat diperlukan. Karena itu langkah meminimalkan risiko,’’ katanya.

Baca juga: Percepatan Cakupan Vaksinasi Lansia, Ini Langkah dari Pemerintah

Meski dengan upaya seperti itu, katanya, tetap saja ada yang tertular. Sama seperti kita sudah vaksinasi masih ada yang terinfeksi. Riris mengakui dengan vaksin bisa menimbulkan sikap optimisme atau sebaliknya. Dengan divaksin seseorang dengan mudah bisa bersikap abai terhadap protokol kesehatan karena sudah merasa relatif aman.

Riris pun menyinggung program vaksinasi bukan soal sudah memenuhi target atau belum, yang penting sebenarnya adalah seberapa cepat populasi tervaksinasi. Artinya semakin cepat semakin baik. Untuk gelombang pertama ada 4 juta yang tervaksinasi disusul gelombang kedua sebanyak 1,5 juta.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X