Cegah Perokok Anak, Pedagang Pasang Stiker

- Minggu, 21 Maret 2021 | 15:25 WIB
Foto: SM/Dok
Foto: SM/Dok

JAKARTA, suaramerdekacom - Perokok anak merupakan persoalan serius di negeri ini. Di banyak kota besar maupun di pinggiran, sering terlihat anak-anak merokok. Bahkan anak-anak sekolah pun tak jarang tampak merokok dengan santainya sepulang sekolah.

Kondisi tersebut mendorong Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) melakukan edukasi mencegah perokok anak. Program yang bertajuk Edukasi Pedagang Bijak adalah bagian dari Kampanye Cegah Perokok Anak.

"Banyak kisah menarik ketika kami berada di lapangan. Para pedagang mengakui, masih banyak pembeli rokok di bawah umur yang mendatangi warung atau kios untuk membeli rokok," tutur Ketua Gaprindo Muhaimin Moefti.

Ia menceritakan edukasi yang dilakukan di dua (2) RW di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Para agen edukasi, dengan protokol kesehatan ketat, turun ke puluhan titik guna menyampaikan informasi risiko merokok usia dini, serta ajakan kepada para pemilik warung kelontong untuk mengambil peran dalam menekan angka perokok anak. Pihaknya telah membekali informasi pendukung yang mudah dipahami agar dapat diterima baik oleh para pedagang.

Yusmirah misalnya, penjual Toko Adi menceritakan sosialisasi bagi pedagang sangat penting untuk membekali penjual dalam merespon pembeli di bawah umur. Ia mengakui kadang-kadang susah melarang secara tegas karena anak-anak biasanya beralasan membeli rokok untuk ayah atau paman dan lainnya.

"Kami tetap berupaya menolak, namun anak-anak masih sering berdalih dan kami juga sudah menyarankan agar uangnya untuk membeli jajan makanan dan lainnya," ujar Yusmirah dibenarkan Lukman yang juga pedagang eceran pemilik kios kelontong.

Sosialisasi pencegahan merokok pada anak mendapat sambutan positif bukan hanya dari pedagang tapi juga warga. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan sampai ke kampung-kampung dan pelosok-pelosok karena bukan tidak mungkin di sana juga ada perokok anak-anak.

Para pedagang berusaha memberi edukasi dan teguran ke anak-anak meskipun seringkali merasa pakewuh apalagi ketika menyebut nama orang tuanya yang menyuruh membeli rokok. Kendati demikian, mereka sangat mendukung kampanye Cegah Perokok Anak.

Muhaimin Moefti menambahkan pihaknya tidak menutup kemungkinan meneruskan aksi nyata ke leih banyak area dengan menimbang hasil evaluasi dan penerimaan masyarakat di lapangan. Pesan edukasi harus dibarengi dengan dukungan fakta yang benar dan mudah dipahami, khususnya ketika disampaikan ke masyarakat luas.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X