Mengubah Sampah Jadi Obat Luka dan Sabun

- Sabtu, 20 Maret 2021 | 01:07 WIB
SM/Agung PW : PENGELOLAAN SAMPAH : Ida Ariastuti, warga Suronatan, Yogyakarta mempresentasikan eco enzyme yang mengandung segudang manfaat. (39)
SM/Agung PW : PENGELOLAAN SAMPAH : Ida Ariastuti, warga Suronatan, Yogyakarta mempresentasikan eco enzyme yang mengandung segudang manfaat. (39)

Istilah eco enzyme barangkali masih asing bagi sebagian orang. Eco enzyme adalah teknik mengolah enzim dari sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti pembersih rumah maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia.

IDA Ariastuti, warga Suronatan, Yogyakarta memilih konsep tersebut sebagai aktivitas warga di kampungnya. ”Eco enzyme menjadi model gerakan memilah dan mengolah sampah yang kami pilih dengan memanfaatkan teknologi tepat guna,” ungkap Ida yang memelopori eco enzymedi kampungnya. Dia menuturkan, ketertarikannya pada pengelolaan sampah mandiri berawal pada 2011 saat dirinya mengikuti pelatihan daur ulang sampah di Kelurahan Notoprajan yakni membuat dompet dari kopi saset. Tak sampai di situ, ibu dua anak itu makin penasaran dengan sampah dan kemudian mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta di tahun berikutnya. Berbagai pelatihan dan kegiatan berkaitan dengan sampah terus diikutinya.

Ia mencoba mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampung bersama tokoh masyarakat setempat Akhmad Sumitro dan warga serta Takmir Masjid Taqwa Suronatan, ia pun membentuk Bank Sampah Surolaras.

Mereka juga bergabung di Komunitas Jejaring Pengelola Sampah Mandiri Kota Yogyakarta binaan BLH Kota Yogyakarta. Bank Sampah Surolaras Suronatan Ngampilan Yogyakarta yang dikelolanya mendapat bantuan dari UPN Yogyakarta berupa alat pirolysis untuk mengolah limbah plastik, ban dan styrofoam menjadi bahan bakar dan ter. Hal itu, kata Ida, mendukung brand Suronatan sebagai kampung hijau produktif. Pujian atau penilaian positif bagi pengurus Paguyuban Yogyakarta

Green and Clean (2017) dan anggota JPSM Merti Bumi DIY (2020) datang dari Wakil Walikota Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi, MA, Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dan Kemantren Ngampilan. Pengurus Paguyuban Bank Sampah DIY ini adalah tipe orang yang tidak bisa diam. Makanya dia menjadi trainer pelatihan, sosialisasi dan pendampingan di tengah-tengah 475 bank sampah di Yogyakarta. Kegiatan pelatihan daur ulang dan sosialisasi pengelolaan sampah, rutin dia lakukan. Ida juga sering berbagi ilmu soal pemilahan dan pengolahan sampah dengan pembentukan bank sampah untuk sampah anorganik dan losida, ember tumpuk dan eco enzym untuk pengolahan sampah organiknya Setelah jenuh membuat kerajinan daur ulang, akhir-akhir ini Ida mencoba berbagi ilmu baru, eco enzyme. Ida berhasil mengubah sampah rumah tangga menjadi eco enzyme. Aktivitas itu dilakukan Ida sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang digalakkan Pemkot Yogyakarta. Menurut Ida, eco enzyme terbuat dari sampah rumah tangga berupa kulit buah dan sayur, ditambah molase dan air.

”Molase ini bisa dari tetes tebu, gula Jawa murni atau gula aren,” kata Ida, yang menambahkan untuk buat eco enzyme ini perbandingannya satu bagian molase, tiga bagian kulit buah dan sepuluh bagian air. Bagi Ida, eco enzyme ini memiliki banyak khasiat, seperti meringankan sakit, luka, menjadi sabun, masker muka dan lainnya. Menurut isteri dari Bagus Indradi ini, partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah pada sumbernya menjadi kunci keberhasilan manajemen bank sampah. ”Bank sampah memberikan kontribusi terhadap pengurangan sampah rumah tangga,” ungkap anak sulung Purwo Sudardjo (alm) dan Siti Anisah. Alumnus Teknik Kimia UPN Veteran Yogyakarta ini berharap, teknologi fermentasi sampah organik yang menghasilkan eco enzyme ini bisa dikembangkan di daerah lain. (Agung PW-64)

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Camat Gajahmungkur Siap Fasilitasi Kegiatan Badko LPQ

Selasa, 7 Februari 2023 | 22:28 WIB

Gus Yahya: Jangan Sampai Peradaban Runtuh

Selasa, 7 Februari 2023 | 14:02 WIB

Ini 4 Quotes Para Tokoh Terkait Peringatan 1 Abad NU

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:42 WIB
X