Terbongkarnya Modus Raup Untung di Bisnis Tes PCR, Siapa yang Salah?

- Sabtu, 13 November 2021 | 15:24 WIB
Tes PCR. (foto: pikiran rakyat)
Tes PCR. (foto: pikiran rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Polemik mengenai tes PCR yang dijadikan bisnis oleh beberapa pihak terus bergulir. Direktur Ekonomi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Mulyawan Ranamanggala mengungkapkan bahwa adanya beberapa pihak yang mencari keuntungan dari memanfaatkan tes PCR.

Mulyawan Ranamanggala mengungkapkan adanya praktik bundling tes PCR, yaitu menggabungkan sebuah layanan jasa dengan tes PCR.

"Kami melihat ini ada indikasi memaksimumkan keuntungan ketika tadi ada bundling PCR," ungkap Mulyawan dalam forum jurnalis virtual KPPU, Jumat, 12 November 2021.

Baca Juga: Covid-19 Melandai, Jaswita Siap Tancap Gas Garap Umrah dan Labuan Bajo

Modus pertama yang dilihat KPPU yakni adanya konsultasi dokter yang dipastikan akan menambah biaya tes PCR.

"Kami melihat ada potensi persaingan usaha tak sehat atau memaksimumkan keuntungan ketika ada bundling tarif PCR. Ketika tes PCR yang dikonsultasi dengan dokter itu biayanya bisa berbanding hampir dua kali lipat," jelasnya.

Mulyawan juga mengatakan praktik yang dilakukan tersebut menjadi bentuk persaingan usaha yang tidak sehat.

Baca Juga: Begini Cara Mengecek Hasil SKD CPNS 2021 Tahap 2, Ikuti Dua Aturan Berikut Ini

Hal tersebut lantaran beralihanya fungsi tes PCR, yang semula digunakan untuk memantau Kesehatan tetapi dalam hal ini dijadikan ladang bisnis.

"Bundling begini memunculkan potensi persaingan usaha tidak sehat, kan esensi tes PCR untuk membuktikan apakah orang itu terkena virus Corona atau tidak. Bukan untuk menjadi bagian dari bisnis," kata Mulyawan.

KPPU juga telah menyurati pemerintah untuk memperhatikan hal tersebut.

Baca Juga: Aksi Puan Maharani Menanam Padi Saat Hujan Menuai Kritikan, Tagar Puan Over Acting Trending di Twitter

"Dengan demikian kami melihat sebaiknya dan kami juga memberikan rekomendasi juga bahwa pemerintah perlu awasi tes PCR yang di-bundling. Ini supaya tujuan tes PCR tidak lebih ke tujuan utamanya untuk identifikasi dan deteksi virus," seru Mulyawan.

Selain konsultasi dokter, modus yang banyak terjadi adalah memberikan fasilitas ekspres pada masyarakat yang membutuhkan hasil cepat tes PCR.

Perbandingan kecepatan ini, menurut Mulyawan memunculkan persaingan usaha yang tak sehat.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X