SMK PK akan Pakai Kurikulum Merdeka

- Jumat, 19 Maret 2021 | 21:07 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur sekolah menengah kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), M. Bakrun menjelaskan bahwa SMK Pusat Keunggulan (PK) akan memakai Kurikulum Merdeka agar sekolah bisa mengembangkan sendiri kompetensi keahlian yang lain. Dalam kurikulum ini fleksibilitasnya sangat tinggi, sehingga kalau tidak sesuai, Kemendikbud tetap terbuka dan memberi alternatif untuk beralih ke program keahlian lain.

"Dulu ada 149 spektrum keahlian, itu terlalu beragam. Sekarang sudah kita sederhanakan jadi 59, kita naikkan menjadi program keahlian. Sehingga beberapa yang sudah ketinggalan zaman akan coba di situ dia bisa ngetwist ke mana. Karena ketika spektrum itu bidangnya sudah nggak laku lagi akan berat," ujar, Bakrun dalam webinar Kemendikbud, Jumat (19/3).

SMK PK merupakan salah satu program prioritas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2021. Program ini lahir sebagai upaya pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan kualitas dan kinerja.

Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan PK akan mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi vokasi. Pendampingan tersebut bakal berlangsung sampai setahun penuh.

"Perguruan tinggi jadi 'kakak pendamping'. Kita kan ingin tuntas. Maka kita minta tolong kepada perguruan tinggi vokasi untuk mendampingi rutin sampai setahun full," kata Wikan.

Melalui pendampingan ini, para siswa SMK mendapatkan bimbingan dari perguruan tinggi saat menjalankan pelajaran praktik. Program ini, menurutnya, sangat baik dalam inovasi yang menumbuhkan percepatan. Di mana, hampir 160 perguruan tinggi yang daftar untuk menjadi pendamping.

"Jadi yang menarik, sebelum pendaftran SMK Pusat Keungg dibuka, kita sudah membuka pendaftaran untuk calon kakak pendamping. Yang daftar itu hampir 160 kampus di Indonesia, yakni perguruan tinggi negeri, swasta, ada politeknik, universitas, institut, sekolah tinggi dan sebagainya," tuturnya.

Perguruan tinggi ini dapat membantu SMK untuk menbantu link and match dengan dunia industri dan dunia usaha. "Ini ide Mendikbud. SMK diberikan kakak pendamping, network kakak-kakak ini bisa diteruskan ke SMK," pungkasnya.

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Luhut: Jokowi Umumkan Kenaikan Harga BBM Pekan Depan

Jumat, 19 Agustus 2022 | 18:53 WIB
X