SMK Masih Sulit Jawab Kebutuhan Dunia Kerja, Rumus 8+i Solusinya

- Jumat, 19 Maret 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengakui, saat ini, SMK masih sulit menjawab kebutuhan dunia kerja. Oleh karenanya, Kemendikbud melakukan peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas SMK sesuai kebutuhan dunia kerja.

Nadiem menerangkan, masalah yang kerap ditemui selama ini adalah belum semua SMK memiliki fasilitas sesuai standar dan sinergi yang belum maksimal dengan pemangku kepentingan termasuk dunia kerja. Di samping itu, program pengembangan SMK dinilai masih kurang, termasuk belum semua SMK mengembangkan kurikulum bersama dunia kerja, dan manajemen sekolah masih cenderung terbebani urusan administratif.

“Perlu ada solusi komprehensif untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK agar sejalan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Nadiem dalam Peluncuran Merdeka Belajar Episode 8: SMK Pusat Keunggulan secara daring, di Jakarta.

Baca juga: Kemendikbud Jawab Tantangan Pembenahan Kondisi SMK, Ini Programnya

Upaya mewujudkan keselarasan antara SMK dan dunia kerja dapat ditempuh melalui pemenuhan delapan aspek link and match dengan rumus 8+i. Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek softskills, hardskills dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja. Kedua, pembelajaran diupayakan berbasis proyek riil dari dunia kerja untuk memastikan hardskills, softskills dan karakter yang kuat.

Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri dan pakar dari dunia kerja. Tingkatkan secara signifikan sampai minimal mencapai 50 jam/semester/program keahlian. Keempat, praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester. Kelima, bagi lulusan dan bagi guru/instruktur sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.

Keenam, bagi guru/instruktur perlu ditekankan untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan secara rutin. Ketujuh, diadakan riset terapan yang mendukung teaching factory berdasarkan kasus atau kebutuhan riil industri. Kedelapan, komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja.

Baca juga: Percepat Lulusan, Kemendikbud akan Sinkronisasi SMK dengan Kampus Vokasi

Rumus 8 plus ‘’i’’, yakni aspek yang baik bila dapat diwujudkan dengan dunia kerja, misalnya, dengan berbagai kemungkinan kerja sama beasiswa dan/atau ikatan dinas, donasi dalam bentuk peralatan laboratorium dan lainnya. “SMK Pusat Keunggulan 2021, diprioritaskan untuk 895 SMK dengan tujuh sektor prioritas, yaitu ekonomi kreatif, pemesinan dan konstruksi, hospitality, care services, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri,” kata Menteri Nadiem.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

13 Tokoh Ini Berjasa di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:26 WIB

Vaksinasi dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:52 WIB
X