Cek Gula Darah, Tak Perlu Ditusuk Lagi

- Jumat, 19 Maret 2021 | 01:00 WIB
SM/Hari Santoso - GELAR DISKUSI: Mahasiswa Udinus dan dosen pembimbing menggelar diskusi untuk membahas penyempurnaan alat pendeteksi penyakit kencing manis di Kampus Kawasan Imam Bonjol, Semarang. (24)
SM/Hari Santoso - GELAR DISKUSI: Mahasiswa Udinus dan dosen pembimbing menggelar diskusi untuk membahas penyempurnaan alat pendeteksi penyakit kencing manis di Kampus Kawasan Imam Bonjol, Semarang. (24)

Kemajuan ilmu pengetahuan modern mendorong semakin banyak penciptaan alat untuk membantu kebutuhan manusia. Salah satunya, aplikasi pengukur kadar gula dalam darah seseorang tanpa perlu melukai anggota tubuh.

Para inventor yang terdiri atas Diana Almaas Akbar Rajah, Annelicia Eunice Arabelle, Nadiya Nurul dan Tee Kevin Tedjasukmana tersebut, menciptakan Glucanov, alat pendeteksi gula yang hasilnya lebih cepat dan akurat, bahkan tanpa melukai pengguna. Alat ciptaan mahasiswa-mahasiswa dari S-1 Teknik Biomedis Udinus itu sekaligus juga memecahkan masalah bagi mereka yang takut jarum saat menjalan pemeriksaan kesehatan.

Berbicara mengenai terobosan teknologi di dunia, orang tentu mahfum dengan tokoh sekaliber Thomas Alfa Edison, sang brilian yang merupakan inventor bola lampu pijar. Kemudian juga terdapat nama Albert Einstein yang sangat melegenda dengan teori fisika relativitas. Lalu, apa saja yang membuat empat sekawan ini layak disebut inventor? Atau sejauhmana yang sudah mereka kerjakan sehingga diperkenalkan sebagai pihak yang menginisiasi kebaruan untuk pemecahan suatu masalah.

"Kami yang merupakan mahasiswa Kampus Udinus berhasil menciptakan alat pendeteksi diabetes melitus, Gluconov. Dengan menggunakan alat ini, jari pengguna dijamin tak akan dilukai seperti saat pengambilan contoh darah," kata ketua tim penemu mahasiswa Udinus, Diana Almaas Akbar Rajah yang didampingi anggota tim Annelicia Eunice Arabelle, Nadiya Nurul, Tee Kevin Tedjasukmana, dan dosen pembimbing dari Fakultas Teknik, Sari Wulandari. Tak hanya meniadakan luka yang umumnya dialami pasien saat jarinya ditusuk untuk pengambilan darah, maka alat ini diklaim ramah lingkungan.

Alat dibuat secara khusus agar tidak menimbulkan efek atau dampak yang membahayakan tubuh manusia. Hasilnya pun cukup mudah untuk diketahui karena dapat dipantau melalui gawai. Gluconov ini akan menjadi terobosan yang mampu mendeteksi diabetes melitus secara akurat dan cepat.

LED Putih

"Alat ini bekerja menggunakan sistem spektrofotometri atau rangkaian sensor yang memiliki komponen utama LED putih, Light Dependent Resistor (LDR), dan keping polikarbonat (CD). Selebihnya juga ikut digerakkan dengan rangkaian motor mikrokontroler ESP32,'' tutur Diana. Secara prinsip, untuk mendeteksi kadar gula dalam darah, alat ini mengandalkan sensor cahaya.

Pasien tak lagi perlu khawatir jarinya akan terluka ditusuk jarum untuk pengambilan sampel darah. Spektrofotometri merupakan metode kimia analisis yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu contoh, baik secara kuantitatif maupun kualitatif . Hal ini juga didasarkan pada interaksi antara materi dan cahaya. Rangkaian spektrofotometri yang mereka gunakan terbukti memberikan akurasi cahaya warna merah, kuning, hijau, ungu, biru untuk menandai objek tertentu.

Selain itu, alat juga dibuat berdasar metode ekstraksi dengan menggunakan teknik principal component analysis (PCA). Pada akhirnya dalam pemeriksaan, jari tangan pasien cukup diletakkan pada slot alat yang telah tersedia. Kemudian LDR bekerja mendeteksi perubahan intensitas cahaya yang dimiliki oleh darah akibat paparan lima jenis cahaya. Perubahan tersebut dihasilkan oleh pembiasan cahaya putih dengan keping polikarbonat.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X