Kasus Demam Berdarah Blora Meningkat, Sudah 16 Warga Terjangkiti

Andika
- Kamis, 18 Maret 2021 | 18:56 WIB
FOGGING : Petugas Dinkes Blora tengah melakukan fogging di wilayah RT 2 / RW 2 Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)
FOGGING : Petugas Dinkes Blora tengah melakukan fogging di wilayah RT 2 / RW 2 Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)

BLORA, suaramerdeka.com -  Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Blora cenderung meningkat. Hingga Kamis (18/3/2020) tercatat sudah ada 16 warga  yang terserang penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk aedes Aegypti itu. Sementara itu, untuk yang terindikasi  Demam Dengue (masuk kategori DBD tetapi belum parah –red) ada 36 orang.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Sutik, hingga pertengahan Maret 2021 ini,  tercatat ada 16 warga yang terserang DBD. Sementara itu, untuk  Dijelaskan, sebenarnya ada 33 orang yang teridentifikasi DBD, hanya saja yang lainnya masuk kategori Demam Dengue. ‘’Untuk yang masuk kategori  Demam Dengue sebenarnya sama dengan DBD, hanya belum parah. Trombositnya belum naik 20 persen’’ jelas Sutik.

Namun demikian, seluruh warga Blora diminta untuk waspada dengan potensi merebaknya serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan seperti saat ini. Pantauan di lapangan, dari 16 kasus DBD yang ada saat ini dua di antaranya berada di wilayah Kelurahan Kauman,Blora Kota. Kepala Kelurahan Kauman, Marthin Ukie Andhana,SE, Msi membenarkan jika di wilayahnya ada dua warga yang terkena DBD.

Dikatakan, Ukie, panggilan akrab Kepala Kelurahan Kauman, dua warga yang terkena demam berdarah itu berada di RT 2 RW 2. ‘’Alhamdulilah dari Dinkes sudah gerak cepat, yakni telah dilakukan fogging di wilayah kami.  Terima kasih kepada pihak Dinkes yang sudah gerak cepat melakukan fogging di wilayah kami’’ tambah Lurah Marthin Ukie Andhana,SE, MSi

Sebelumnya pada tahun 2020, hingga awal bulan November 2020, tercatat ada 109 kasus DBD di Blora dengan dua angka kematian. Menurut Sutik, untuk kasus kematian akibat serangan DBD di tahun 2020, semuanya berasal dari Desa Beganjing, Kecamatan Japah.

Editor: Andika

Terkini

X