Keterisian RS Covid-19 Jawa-Bali di Bawah 70 Persen Selama Sepekan Terakhir

- Kamis, 18 Maret 2021 | 10:10 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Sepekan terakhir, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit Covid-19 tujuh provinsi di Jawa-Bali yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala Mikro (PPKM mikro) di bawah standar WHO menunjukkan angka di bawah 70 persen. Dari tujuh provinsi penyumbang kasus nasional terbesar tiga provinsi dengan persentase keterisian 50,01 - 69,9 persen dan empat provinsi dengan persentase kurang dari 50 persen.

Melihat angka BOR itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan perkembangan penanganan kasus Covid-19 sepekan ini berjalan baik dilihat dari empat paramater nasional yaitu kasus aktif, kesembuhan, kematian dan keterisian tempat tidur (BOR).

Tingkat keterpakaian tempat tidur berdasarkan grafik persentase di setiap provinsi menggambarkan perkembangan cukup baik sepekan terakhir. Lima provinsi tercatat memiliki tingkat keterisian tertinggi secara nasional, yakni Kalimantan Selatan 60 persen, DKI Jakarta 56,4 persen, Banten 55,8 persen, Jawa Barat sebesar 54,2 persen dan Kalimantan Tengah 51,05 persen. Dan dari perkembangan seluruh provinsi, saat ini tidak ada tingkat keterisian di atas 70 persen. Begitupun provinsi sebagai kontributor kasus nasional terbesar di Jawa-Bali.

Baca juga: Layanan Covid-19 Jadi Ajang Pemburu Rente, Pemerintah Diminta Menertibkan

Meski demikian, capaian positif ini bukan alasan untuk berpuas diri. Jika tidak dilakukan pencegahan dan efektivitas pelayanan kesehatan yang baik, maka peluang keterisian tempat tidur akan kembali meningkat. "Saya mengingatkan pemerintah daerah jangan lengah dengan pencapaian saat ini, dan terus melakukan upaya terbaik dalam menekan angka keterisian sampai kembali normal," lanjutnya.

Satgas Covid-19 mengapresiasi pemerintah yang sudah mengkoordinasi berbagai elemen daerah dalam menyelesaikan masalah keterisian tempat tidur. Dimana kondisi pada Januari 2021 tingkat keterisian tempat tidur berbagai daerah cukup mengkhawatirkan. Upaya yang sudah baik saat ini ke depan harus terus ditingkatkan kembali. Utamanya dalam manajemen fasilitas kesehatan dan sumberdaya kesehatan termasuk juga pemanfaatan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu.

Selain itu, pencapaian ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang disiplin protokol kesehatan. "Ke depan provinsi dengan kontribusi kasus terbesar nasional, yaitu yang melaksanakan PPKM Mikro, agar mampu memaksimalkan fasilitas pelayanan kesehatan. Karena pada daerah tersebut kondisinya membaik," kata Wiku.

Sementara pada perkembangan terkini kasus positif Covid-19 per 16 Maret 2021 jumlah kasus aktif tercatat 134.042 kasus (9,4 persen lebih baik dari rata-rata dunia 17,13 persen). Jumlah kesembuhan tercatat 1.257.663 kasus atau 87,9 persen dibandingkan rata-rata dunia 80,66 persen. Namun pada kasus meninggal 38.753 kasus atau 2,7 persen masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia 2,2 persen.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Banten, DKI Jakarta Diguncang Gempa Magnitudo 6,7 SR

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:53 WIB
X