Hindari Kecelakaan, SDM dan Manajemen Bus Pariwisata Harus Dibenahi

- Rabu, 17 Maret 2021 | 12:14 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - SDM dan Manajemen perusahaan bus pariwisata perlu dibenahi agar kejadian kecelakaan lalu lintas yang fatal tidak terulang.  

Seperti yang yang terjadi kecelakaan Bus Pariwisata PO Sri Padma Kencana di Sumedang, Rabu (10/3) yang menyebabkan 29 orang meninggal dunia.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat mengatakan keselamatan adalah investasi yang semestinya jadi perhatian setiap pelaku bisnis angkutan pariwisata.

Baca Juga: Catra Candi Borobudur Bakal Dipasang, Ini Kekuatan Spiritualnya

Menurutnya gencarnya promosi pengembangan pariwisata di nusantara jangan sampai menjadikan angkutan pariwisata mengabaikan aspek keselamatan.

Ironisnya selama ini banyak masyarakat cenderung memilih tawaran harga yang murah, bukan memilih yang ada jaminan keselamatan, seperti pengusaha bus pariwisata terdaftar pada portal website SPIONAM Kemenhub, kendaraan sudah lulus uji kir, pengemudi memiliki sertifikat kompetensi.

"Dampak di lapangan, bus pariwisata beroperasi dengan kondisi seadanya. Sangat minim atau tanpa pengawasan baik dari petugas Ditjenhubdat dengan keterbatasan anggaran, maupun petugas di Dinas Perhubungan di daerah selain anggaran juga merasa bukan kewenangannya," katanya, Rabu (17/3).

Baca Juga: Menaker Tagih Kuota Kartu Prakerja 2021, Ini Alasan Ida

Agar tidak terulang, lanjut Djoko, perlu dilakukan antisipasi mendadak. Seperti Dishub setempat dan Polisi mendadak melakukan pemeriksaan sejumlah bus pariwisata di beberapa ruas jalan yang masuk ke daerahnya. Namun menurutnya hal seperti ini tidak akan menjadi efek jera bagi pengusaha bus pariwisata abal-abal.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X