Dubes Arab Saudi Bahas Persiapan Haji, Janjikan Hal Ini

- Rabu, 17 Maret 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Hingga kini Pemerintah belum mendapat informasi dari Pemerintah Arab Saudi mengenai penyelenggaraan haji 2021 atau 1442 Hijriah. Untuk itu, Pelaksana Tugas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi berkunjung ke kantor Dubes Saudi di Jakarta untuk membahas persiapan haji 2021.

Khoirizi mengatakan dalam pertemuan itu Kemenag meminta informasi dari Kedubes Arab Saudi terkait penyelenggaran haji 2021. Selain itu, kedua pejabat itu membahas kemungkinan kunjungan tim akomodasi, katering, dan transportasi untuk melakukan persiapan pengadaan layanan jamaah haji 1442 Hijriah ke Saudi tahun ini. Lalu bagaimana hasilnya?

"Kepada kami, Dubes menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang menerima informasi kepastian haji, mengingat jumlah jamaahnya terbesar di dunia," jelas Khoirizi yang kehadiran jajaran Ditjen PHU diterima Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi di kantor Kedubes.

Baca juga: Vaksinasi Calon Jamaah Haji Rampung Mei, Peluang Haji Terbuka

Ikut mendampingi Dirjen, Sesditjen PHU Ramadan Harisman, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, serta Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Nasrullah Jasam. "Kami bersilaturahim, membahas kepastian dan persiapan haji 2021," kata Khoirizi di Jakarta, Selasa (16/3).

Menurut Khoirizi, Dubes Arab Saudi merespon positif kunjungan tim Ditjen PHU. Dubes menegaskan sampai saat ini belum ada informasi terkait kepastian pemberangkatan jamaah ke Arab Saudi pada musim haji 2021. Dubes juga berjanji akan segera memberikan informasi tersebut jika sudah ada keputusan dari Pemerintah Arab Saudi.

"Turut disinggung juga terkait rencana Pemerintah Arab Saudi untuk meminta update data penduduk muslim seluruh negara pengirim jamaah. Ini sepertinya akan digunakan untuk  pemutakhiran pemberian kuota haji setiap negara pada musim-musim haji yang akan datang," katanya.

Baca juga: Klarifikasi KJRI Jeddah, Terungkap Kabar Vaksinasi Jamaah Haji

Perhitungan kuota haji selama ini mengacu kepada Keputusan KTT-OKI tahun 1987 di Amman, Yordania. Forum itu menyepakati kuota haji dihitung berdasarkan rumus 1/1000 (satu per seribu) dari jumlah penduduk muslim suatu negara. Sejak itu, kuota haji Indonesia sebesar 211.000 orang, terdiri atas 194.000 jamaah haji reguler dan 17.000 jamaah haji khusus.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X