Farhan: Pastikan Keampuhan Vaksin Hadapi Mutasi Virus Covid-19

- Selasa, 16 Maret 2021 | 14:29 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem, M Farhan meminta masuknya varian baru Covid-19 menjadi atensi termasuk bagaimana memastikan keampuhan vaksin yang digunakan dalam menghadapinya.

Baginya, mutasi virus tersebut seperti B117 ke tanah air harus menjadi peringatan keras bagi Satgas Covid-19. "Ini mengkhawatirkan karena sebetulnya kita sudah menerapkan protokol masuknya warga dengan ketat tetapi sudah bocor. Masuknya warga dengan kasus B117 ini sangat mengherankan. Kita harus perketat pengawasan perbatasan," katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (16/3).

Atas kasus tersebut, Farhan menilai beragamnya vaksin yang datang ke Indonesia bisa menjadi kesempatan terhadap daya tahan vaksin tersebut dalam menghadapi kasus semacam itu. Vaksin-vaksin tersebut di antaranya Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Novavax.

Baca Juga: WHO Belum Beri Perhatian Khusus Terkait Mutasi N439K

"Efektifitas-nya harus diuji betul, karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat. Kalau kepercayaan masyarakat runtuh, maka program vaksinasi nasional ini, bisa gagal total," katanya.

Di luar itu, dia meminta supaya program vaksinasi Covid-19 pada tahun ini benar-benar disalurkan secara adil merata dan transparan hingga bisa mencukupi ketersediaan vaksin di banyai wilayah terutama pedesaan. "Evaluasinya, masih belum cukup distribusi yang merata. Kita perlu kejar dengan meningkatkan kecepatan pemerataan vaksinasi," katanya.

Program tersebut jelas patut diawasi dan didorong dalam realisasinya karena didukung moral dan anggaran yang sangat besar. Anggarannya, katanya, mencapai Rp74 triliun. Demikian pula upaya diplomasi untuk mendatangkan vaksin dari berbagai negara.

Baca Juga: 26.790 Lansia di Sleman Mulai Divaksin

"Maka ekspektasi kita sangat tinggi. Namun harapan ini, belum bertemu dengan kenyataan. Kenyataannya masih banyak kekhawatiran masyarakat soal kepastian vaksinasi, dan ini menimbulkan keresahan. Jadi saatnya pemerintah mulai melibatkan semua elemen bangsa untuk mensukseskan vaksinasi nasional ini," tambahnya.

Ditambahkan, jangan sampai alokasi anggaran yang didapatkan untuk pengadaan vaksin tidak terdistribusikan maksimal ke tangan masyarakat termasuk dalam mengantisipasi batas kadaluarsa vaksin yang siap disuntikan namun belum didistribusikan.

"Secara teknis pemerintah harus segera melakukan distribusi dan menggelar vaksinasi massal. Hal ini membutuhkan pengelolaan dan pengorganiaasian yang baik. Mobilisasi sumber daya dan anggaran harus fokus pada program vaksinasi, karena kita perlu selesaikan dalam satu tahun ini," terangnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X