Pekerja Migran yang Melawan dengan Tulisan (2): Kompak Raih Penghargaan Sastra Kenamaan

- Sabtu, 13 November 2021 | 06:15 WIB
Etik Juwita (dua dari kiri) dan Etik Nurhalimah (tiga dari kiri) saat menerima penghargaan Taiwan Literature Awards 2020, tahun lalu. (suaramerdeka.com / dok)
Etik Juwita (dua dari kiri) dan Etik Nurhalimah (tiga dari kiri) saat menerima penghargaan Taiwan Literature Awards 2020, tahun lalu. (suaramerdeka.com / dok)

KEMAJUAN teknologi digital memang memungkinkan para pekerja migran untuk lebih leluasa menyuarakan aspirasi melalui tulisan.

Dengan menggunakan media sosial mereka merespons berbagai persoalan dari sudut pandang mereka sebagai pekerja migran.

Selain Novia, ada sejumlah perempuan pekerja migran lain yang juga lantang bersuara melalui tulisan yang diunggah di media sosial.

Etik Juwita salah satunya, di mana perempuan kelahiran Blitar yang dalam 10 tahun terakhir malang-melintang sebagai pekerja migran di Hong Kong, Singapura, dan Taiwan ini sejak 2018 aktif menulis di laman id.quora.com.

Baca Juga: Do'a Belum Dikabulkan Allah SWT, Ini Beberapa Faktornya

Dengan bahasa yang cair dan ringan, dia menanggapi berbagai pertanyaan publik seputar pekerja migran.

Tak jarang tulisan-tulisannya menampar pengambil kebijakan.

Saat menanggapi pertanyaan soal pekerja migran yang diagung-agungkan sebagai pahlawan devisa misalnya, dia dengan lugas menyatakan betapa tidak adilnya pemerintah terhadap mereka.

Dia mengatakan, pengiriman pekerja (migran) kasar ke luar negeri adalah bukti kegagalan pemerintah menyediakan lapangan kerja.

Baca Juga: Postingan di Media Sosial Serupa, Jungwoo NCT - Karina Aespa Dirumorkan Berkencan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X