Kebijakan Afirmasi Mendikbud, Guru Honorer Usia 40 Tahun Dapat Bonus

- Sabtu, 13 Maret 2021 | 10:36 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan kebijakan afirmasi dalam seleksi satu juta guru Aparatur Sipil Negara dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) berkaitan dengan usia, pengalaman kerja, dan sertifikat pendidik.

Kebijakan afirmasi tetap melalui tes namun guru yang mempunyai tiga kreteria akan mendapatkan bonus penilaian. Salah satunya, guru honorer yang mengabdi lama atau berusia di atas 40 tahun mendapatkan tambahan 75 poin saat mengikuti tes dari total 500 poin. "Kami memberikan kebijakan afirmasi dalam seleksi guru PPPK, salah satunya karena pertimbangan pengalaman mengajar," kata Mendikbud Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR.

Nadiem menjelaskan kebijakan afirmasi dalam seleksi guru ASN PPPK, ujian seleksi pertama hanya untuk guru honorer di sekolah negeri masing-masing daerah. Sedangkan untuk ujian seleksi kedua dan ketiga terbuka untuk semua guru honorer dan lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selain itu, terdapat poin bonus untuk batas nilai kelulusan.

Baca juga: Pendafar Guru ASN PPPK Tak Sampai 1 Juta, Alasan Nadiem Mengejutkan

Pertama, peserta dengan umur 40 tahun ke atas terhitung saat pendaftaran dan berstatus aktif selama tiga tahun terakhir mendapat bonus nilai kompetensi sebanyak 75 poin (15 persen dari nilai maksimal 500 poin). Kedua, untuk peserta penyandang disabilitas, para peserta akan mendapatkan bonus nilai kompetensi teknis sebanyak 50 poin (10 persen dari nilai maksimal 500 poin).

Sementara, bagi peserta yang sudah memiliki sertifikasi guru, peserta mendapat nilai penuh untuk komponen kompetensi teknisnya dan tetap perlu lulus batas nilai kelulusan untuk tes manajerial, sosiokultural, dan wawancara. Landasan filosofi dari kebijakan afirmasi, kata Nadiem, pengalaman guru dalam mengajar memiliki nilai yang belum tentu bisa diukur melalui tes dan pengalaman guru mengajar patut diberi penghargaan.

“Kebijakan afirmatif diberlakukan tanpa mengorbankan kompetensi minimum yang dibutuhan siswa. Kita lindungi siswa sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengalaman guru,” kata Mendikbud.

Baca juga: Pendaftar Guru ASN PPPK Meleset dari Target, Jumlah Tak Sampai 1 Juta

Terpisah, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar mengatakan upaya Kemenag untuk membantu nasib dan status para honorer guru agama antara lain dilakukan dengan pembahasan bersama yang melibatkan enam kementerian dan lembaga terkait.

Kemenag terus berkomitmen untuk membantu nasib sekitar 120.000 honorer guru agama yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia agar mereka bisa terakomodasi dalam formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang perekrutannya dilakukan tahun 2021 ini. Pembahasan bersama ini dilakukan karena sumber pengangkatan honorer guru agama diketahui berasal dari tiga unsur, yakni Kemdikbud, Kemenag, dan pemerintah daerah.

Tim dari enam kementerian telah menggelar rapat lagi agar honorer guru agama yang direkrut PPPK pada 2021 ini tak sebatas 9.000, namun bisa lebih banyak lagi. "Kemenag jauh-jauh hari telah berkomitmen dan mengupayakan untuk bisa membantu para honorer guru agama ini, sehingga, tanpa ada desakan dari pihak mana pun, komitmen itu akan terus diperjuangkan. Namun perlu waktu karena bukan wewenang Kemenag sendiri," ujar Nizar, Kamis (11/3).

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X