FKUB Gandeng Kesbangpol Kabupaten Magelang Adakan Peace Education

Rosikhan
- Selasa, 9 Maret 2021 | 11:34 WIB
Foto:suaramerdeka.com /dokumentasi
Foto:suaramerdeka.com /dokumentasi

MAGELANG, suaramerdeka.com - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang mengadakan Sosialiasi dan Dialog Kerukunan Umat Beragama di Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Senin (8/3).

Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Magelang, Karya Humanita mengatakan peran pemuda dan FKUB terhadap kerukunan beragama menjadi sangat penting, hal itu dimaksudkan guna menjaga keharmonisan hidup kerukunan umat beragama, memberdayakan dan membina organisasi kepemudaan serta meminimalisir adanya organisasi ekstrimis dan radikal di Kabupaten Magelang.

"Dibuktikan dengan telah lahirnya FKUB di tingkat kecamatan, Anak FKUB yaitu Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kabupaten Magelang, menandakan bahwa FKUB sangat serius dalam menjaga kerukunan beragama di Kabupaten Magelang. Peran pemuda juga diharapkan dapat membantu kerja FKUB serta mampu menyadarkan kepada pemuda lainnya, agar bisa selalu hidup rukun antar sesame atau antar agama," katanya.

Baca Juga: FKUB Jateng: Vaksinasi Melindungi Diri dan Lingkungan

Karya menambahkan organisasi atau lembaga dimanapun harusnya bisa selalu memberikan value nilai kebermanfaatan yang lebih bagi lingkungan atau masyarakat. Sehingga perlu adanya organisasi kepemudaan dalam mengawal kerukunan dan seiring berdampingan satu sama yang lainnya.

Rachmat, Ketua FKUB Kabupaten Magelang menyampaikan forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

Baca Juga: Masyarakat Indonesia Majemuk, Moderasi Beragama Jaga Keharmonisan Bangsa

Rachmat mencontohkan pemicu perpecahan adalah fanatisme yang berlebihan, yang akan memunculkan sikap konservatisme yaitu mudah mengkafirkan antar sesama, menjadikan kebutaan cara pandang yang salah sehingga sulit untuk membuka diri dengan kelompok agama lainnya.

"pancasila sebagai dasar negara dan pemahaman yang benar terhadap pancasila adalah satu-satunya kerangka bernegara dan solusi daripada permasalahan di atas," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Terkini

X