Perjuangan KH Hasyim Asy'ari Jadi Teladan Anak Bangsa dalam Mengisi Kemerdekaan

- Rabu, 10 November 2021 | 17:09 WIB
Launching pengoperasian Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu, 10 November 2021. (suaramerdeka.com/dokumen Lestari Moerdijat)
Launching pengoperasian Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu, 10 November 2021. (suaramerdeka.com/dokumen Lestari Moerdijat)


JOMBANG, suaramerdeka.com - Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari bukan sekadar bangunan, tetapi juga menghadirkan marwah, cita-cita dan sejarah perjuangan yang bisa dijadikan panduan bagi anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan nilai-nilai kebinekaan yang diajarkan dan diperjuangkan oleh KH Hasyim Asy'ari harus diteruskan dan diamalkan oleh generasi penerus bangsa.

"Sejarah Pesantren Tebu Ireng yang diasuh oleh KH Hasyim Asy'ari memberi arti perjuangan, khususnya di kalangan umat Islam, bahwa Islam itu adalah agama yang damai dan menjunjung nilai-nilai kebinekaan," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat memberi sambutan dalam launching pengoperasian Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu, 10 November 2021.

Baca Juga: Squid Game Lepas Tahta, Peringkat Hometown Chachacha di Netflix jadi Sorotan

Menurut Lestari, KH Hasyim Asy'ari menempatkan perjuangan kemerdekaan menjadi perjuangan bersama seluruh elemen bangsa, dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi rumah kita bersama.

Apalagi, jelasnya, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi krisis multidimensi, yang salah satunya berupa ancaman disintegrasi yang disebabkan masuknya paham-paham yang mengikis persatuan dan kebinekaan bangsa.

"Saya yakin dari Pondok Pesantren Tebu Ireng ini akan terus muncul semangat untuk memperkuat nilai-nilai kebinekaan dan persatuan bangsa kita," ucapnya.

Baca Juga: Saipul Jamil Tak Terima Disebut Pedofil Anak, Laporkan Psikolog Lita Gading

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH Abdul Halim Mahfudz mengungkapkan Museum Islam Indonesia dibuka untuk mengangkat perjuangan KH Hasyim Asy'ari dan umat Islam pada umumnya, dalam rangkaian Hari Santri Nasional, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X