Bung Tomo, Sosok Penting Pertempuran 10 November 1945, Begini Perannya

- Rabu, 10 November 2021 | 15:29 WIB
Bung Tomo. (foto: wikipedia)
Bung Tomo. (foto: wikipedia)

Pada usianya yang ke 19 tahun, ia menjadi seorang jurnalis lepas yang aktif menulis di beberapa surat kabar serta majalah.

Karyanya kerap dimuat pada surat kabar harian seperti Soeara Oemoem, Berbahasa Jawa Ekspres, Pembela Rakyat, dan Majalah Poetaka Timoer.

Saat masa penjajahan Jepang, pada usianya yang ke 25 tahun, ia menjabat sebagai seorang wakil pemimpin redaksi di kantor berita Domei dan pemimpin redaksi kantor berita Antara di Kota Surabaya.

Baca Juga: Wiku: Indonesia Siap Menuju Endemi Covid-19 Jika Kasus di 5 Provinsi Segera Ditekan

Sosok Bung Tomo sangat identik dengan pertempuran 10 November 1945 atau Pertempuran Surabaya, karena ia melakukan hal yang tak terduga.

Dimulai dengan kedatangan Inggris dan Belanda pada 25 Oktober 1945. Angkatan Darat, anggota dari Tahanan Rehabilitasi POW Sekutu (RAPWI), adalah bagian dari Pasukan Sekutu yang memenangkan perang.

Adanya RAPWI ini ialah untuk menyalurkan bantuan rehabilitas tawanan perang serta rencana untuk melucuti senjata milik tentara Jepang.

Baca Juga: Dosen FE USM Berikan Penyuluhan Manajemen Produksi Bagi Wirausaha di Gendongan Tingkir

Pada bulan Oktober dan November 1945, Bung Tomo menjadi salah satu pemimpin terpenting.

Hal ini karena ia mampu memindahkan dan menambah penduduk Surabaya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X