Bung Tomo, Sosok Penting Pertempuran 10 November 1945, Begini Perannya

- Rabu, 10 November 2021 | 15:29 WIB
Bung Tomo. (foto: wikipedia)
Bung Tomo. (foto: wikipedia)

Ayahnya, Kartavan Tjiptovidjojo, bekerja sebagai polisi di Kartopraja dan merupakan manajer impor dan ekspor Belanda.

Baca Juga: Dibanding FGD, Pemprov Jawa Barat Pilih FTV untuk Sampaikan Pesan Pembangunan

Ibunya adalah Subastita, seorang wanita ras campuran dari Jawa Tengah, Sunda, dan Madura, dan putri seorang distributor mesin jahit penyanyi lokal Surabaya.

Bung Tomo merupakan seorang pekerja keras, dan terbukti senang bekerja keras untuk memperbaiki keadaan saat itu.

Beliau merupakan anak pertama dari 6 orang bersaudara. Adiknya bernama Sulastri, Suntari, Gatot Suprapto, Subastuti, dan Hartini.

Baca Juga: Tudingan Keterlibatan Erick Thohir dalam Bisnis PCR, Pengamat: Hanya Opini Liar

Selama lima tahun ia menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat di Surabaya atau HIS (Hollandsch Inlandsche School), kemudian ia melanjutkan ke Sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (Mulo) di Surabaya, setelah itu melanjutkan lagi di HBS (Hogere Burger School) dan AMS (Algemeen Metddelbare School).

Namun, Bung Tomo memutuskan untuk mengakhiri pendidikannya di tengah jalan, karena faktor pelajaran yang menurutnya berat dan sulit, serta kesulitan dalam biaya pendidikan.

Pada usia 17 tahun, ia mencapai level Pandu Garuda KBI. Pada masa ini, Bung Tomo mulai dikenal publik, dan sejak itu ia mulai menyuarakan keprihatinannya mengenai negara Indonesia dan terlibat dalam dunia tulis menulis.

Baca Juga: Greenpeace: Waspadai Dampak Migrasi Mikroplastik Galon Sekali Pakai

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPJS Kesehatan Jamin Kelahiran, Simak Selengkapnya

Senin, 5 Desember 2022 | 18:55 WIB
X