Kereta Pengantin yang Terkubur Lahar Vesuvius

Red
- Kamis, 4 Maret 2021 | 01:07 WIB
SM/rep BBC.com : RIBUAN TAHUN : Dua arkeolog meneliti kereta yang terkubur ribuan tahun di dekat Kota Pompeii, belum lama ini.(24)
SM/rep BBC.com : RIBUAN TAHUN : Dua arkeolog meneliti kereta yang terkubur ribuan tahun di dekat Kota Pompeii, belum lama ini.(24)

Berhias dekorasi indah dari besi, perunggu, dan timah, kereta mewah untuk para pengantin dari masa hampir 2000 tahun lalu, ditemukan nyaris utuh di reruntuhan Kota Pompeii, Italia.

PERADABAN tinggi masyarakat era Romawi kuno selalu mendatangkan decak kagum. Teknologi dan budaya tinggi masyarakat yang menajubkan masa itu, terkuak bagian demi bagian setelah Kota Pompeii yang hilang akibat letusan Gunung Vesuvius tahun 79 atau hampir 2.000 tahun yang lalu mulai digali. Salah satu temuan yang sangat menarik adalah Piletum, kereta seremonial beroda empat. Kereta itu sering kali digunakan untuk pendeta dan pengantin wanita untuk menuju rumah baru.

Sejumlah arkeolog di Italia mengungkapkan, kereta parade itu ditemukan di dekat sebuah kandang, tempat penemuan jasad tiga ekor kuda pada 2018 lalu. Para ahli meyakini, kereta tersebut kemungkinan besar digunakan dalam acara perayaan dan parade. Mereka menggambarkan temuan kereta kuda berusia ribuan tahun ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Terlebih, kondisi kereta tersebut terpelihara dengan sangat baik. Kota Pompeii sendiri lenyap terkubur lapisan lahar dan abu tebal akibat letusan Gunung Vesuvius. Abu tebal itu mengawetkan banyak jasad warga Pompeii, bangunan, serta barang-barang yang mencermikan tingginya budaya masa itu. Abu tebal ini juga yang mengawetkan Piletum di serambi dua tingkat yang terhubung ke sebuah kandang kuda di vila kuno di Civita Giuliana. Tepatnya, di sebelah utara tembok kota kuno Pompeii. Pengelola taman arkeologi Pompeii menggambarkan, kereta tersebut memiliki komponen besi, perunggu yang indah, serta dekorasi dari timah yang indah. Tali dan hiasan bunga juga ditemukan nyaris utuh.

Upaya ekskavasi kereta tersebut memakan waktu berminggu-minggu setelah pertama kali dimunculkan dalam penggalian pada 7 Januari lalu. Mereka juga mengatakan, material kereta rapuh sehingga proses penyelamatannya menjadi sangat rumit. Para arkeolog membutuhkan teknik khusus, termasuk penggunaan cetakan plester untuk membuka material yang mengubur kereta, tanpa menimbulkan kerusakan. Ancaman lainnya, tindakan kriminal penjarahan benda-benda warisan budaya dari situs tersebut.

Para pelaku menggunakan sarana terowonganterowongan ilegal. Karena itu, proses ekskavasi dilakukan bekerja sama dengan kejaksaan setempat.

Temuan Spesial

Para pejabat terkait menggambarkan, kereta tersebut merupakan temuan spesial karena tidak memiliki kemiripan dengan temuan lain di Italia. ”Ini penemuan luar biasa yang memajukan pemahaman kita tentang dunia kuno,” kata Direktur Situs Pompeii Massimo Osanna seperti dilansir BBC Indonesia. Massimo mengungkapkan, beberapa ornamen hiasan bisa menggambarkan jika kereta tersebut digunakan untuk kegiatan pesta komunitas, dan kemungkinan termasuk pada upacara pernikahan. ”Mengingat sumber-sumber kuno menyinggung penggunaan Piletum, kereta seremonial beroda empat - oleh para pendeta perempuan dan kaum perempuan. Bisa jadi, ini merupakan kereta untuk kegiatan ritual yang berkaitan dengan pernikahan, untuk membawa pengantin perempuan ke rumah barunya,” ungkap Massimo. Sementara itu, Menteri Kebudayaan Italia Dario Franceschini mengatakan, Pompeii terus membuat takjub. ”Banyak penemuan dan akan terus ada untuk bertahun-tahun mendatang. Masih ada 20 ha yang harus digali,” ujarnya.

Kota kuno Pompeii yang berada 23 km di tenggara Napoli, adalah situs warisan dunia Unesco. Berbeda dari peninggalan-peninggalan lain di Italia, peninggalan di Pompeii justru lebih lengkap karena tertimbun abu vulkanik yang membuat warga dan peninggalannya masih utuh. (Mohamad Annas-41)

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X