Anak Penderita Tuna Rungu Purbalingga Dapat Bantuan Alat Bantu Dengar

Andika
- Kamis, 4 Maret 2021 | 09:22 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

PURBALINGGA, suaramedeka.com – Memperingati Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran sekaligus Hari Pendengaran Dunia (Word Hearing Day) 3 Maret 2021, Dompet Dhuafa membantu bantu Alat Bantu Dengar (ABD) bagi anak-anak dengan gangguan dengar (tuna rungu) di Kabupaten Purbalingga. Bertempat diruang pendopo Bupati Purbalingga, pada Rabu (3/3/2021) penyaluran ABD dihadiri Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, S.E., BE.Con, M.M.

Tiga penerima manfaat tersebut adalah Defis Defana Putra (6) siswa kelas 1 Sekolah Luar Biasa  (SLB), Ikhya Tamamul Khuluq (9) siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Azura Sabrina Khairi (8) siswi kelas 2 Sekolah Luar Biasa (SLB).

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengucapkan terimakasih kepada Dompet Dhuafa dan donatur yang telah membantu warga Purbalinga. “Kepada penerima semoga bantuan dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dengan baik semoga nambah semangat dan motivasi belajar,” ucap bupati muda ini, yang baru saja dilantik beberapa hari lalu.

Defis, Ihya, dan Azura merupakan potret anak-anak dengan gangguan dengar sedang dan berat yang berasal dari keluarga tidak mampu, namun memiliki semangat untuk tetap bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya. Mereka tetap bersekolah dengan segala keterbatasannya, tidak mengucilkan diri dari lingkungan serta komunitas.

Bantuan ABD bagi anak-anak dengan gangguan dengar (tuli) merupakan salah satu aktivitas program Peduli Tunarungu Indonesia yang digagas oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Purwokerto Dompet Dhuafa Jateng sejak tahun 2016 silam.

Tidak hanya dalam wujud bantuan ABD, tetapi pendampingan dilakukan bersama komunitas-komunitas lain yang konsen pada isu disabilitas tuli, diantaranya berbagai campaign isu disabilitas, campaign bahasa isyarat, screeening gangguan pendengaran,dan aktivitas promotif-preventif lainnya.

"Adapun bantuan ABD merupakan wujud partisipasi dompet Dhuafa dalam upaya rehabilitasi anak-anak dengan gangguan dengar ini untuk dapat berkomunikasi lebih baik lagi," ungkap Titi Ngudiati, Direktur Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Purwokerto Pimpinan Dompet Dhuafa Jateng.

Dari data WHO pada bulan Februari 2017 mencatat ada 5% dari populasi dunia atau sekitar 360 juta orang yang menderita gangguan pendengaran. Setiap tanggal 3 Maret diperingati sebagai Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran..

Editor: Andika

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X