Dana BOS Majemuk, Begini Penjelasan Nadiem Makarim

- Kamis, 4 Maret 2021 | 11:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Untuk kali pertama, Pemerintah meluncurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Majemuk 2021.  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem mengatakan skema dana BOS tahun ini agak berbeda dari tahun sebelumnya. Kemendikbud melakukan sejumlah perubahan menyesuaikan kondisi daerah masing-masing dan masukan dari masyarakat.

“Di 2021 untuk kali pertama kita meluncurkan BOS majemuk. Jadi sebelumnya semua perhitungan BOS itu seragam, perhitungan dana BOS per siswa di Jakarta dengan Papua sama. Sedangkan indeks kemahalan kebutuhan mereka di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) jauh lebih mahal. Biaya kirim dari luar kota atau dari Jawa biasa mahal. Itu yang kita koreksi di kebijakan BOS Majemuk di tahun 2021 ini, sehingga ada penyesuaian dana BOS tergantung pada daerahnya,” katanya.

Nadiem mengatakan perubahan dan penyesuaian itu sebenarnya telah dilakukan mulai tahun 2020. “Tahun 2020 kita sudah mengubah beberapa hal, yakni kita mentransfer dana BOS langsung ke sekolah tidak melalui Pemda, sehingga orang tua siswa tidak perlu menalangi operasional sekolah, di tahun 2020 perubahan ini dampaknya luar biasa. Kami juga memberikan fleksibilitas penggunaan dana BOS untuk berbagai macam kebutuhan,” kata Nadiem.

Baca juga: Dana BOS Naik, Ini Aturan Terbaru

Namun Mendikbud menegaskan dana BOS Majemuk tetap bisa digunakan secara fleksibel disesuaikan kebutuhan. Salah satunya untuk mendukung target Kemendikbud bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan telah memprioritaskan guru-guru untuk program vaksinasi.’’Target kami di pekan kedua Juli 2021 semua sekolah seharusnya sudah bisa bertatap muka secara terbatas,” tegas Nadiem

“Kami menganjurkan secepatnya dana BOS digunakan untuk memenuhi daftar periksa aktivitas pembelajaran tatap muka. Saat vaksinasi sudah bergulir, sekolah akan didorong untuk membuka dan memulai tatap muka. Jadi kita memberikan kemerdekaan bagi kepala sekolah untuk menentukan apa yang terpenting untuk sekolahnya sendiri,” kata Nadiem.

Nadiem mengimbau agar kebijakan kuota belajar dan dana BOS Majemuk ini digunakan sesuai dengan tujuan yang tepat, “Kami yakin ini hal penting yang dibutuhkan masyarakat saat ini, yakni kuota belajar yang lebih fleksibel dan kebijakan anggaran yang lebih afirmatif melalui dana BOS Majemuk yang mendukung sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Baca juga: Hati-hati! Sekolah Langgar Aturan Seragam, Nadiem ‘’Ancam’’ BOS

Terkait fleksibilitas penggunaan kuota belajar Kemendikbud, Mendikbud mengatakan telah menyerap masukan dari semua pihak, sehingga untuk bantuan tiga bulan ke depan ini, membuka paket yang sebelumnya dibatasi hanya kuota belajar menjadi paket kuota umum. Namun akan dibatasi untuk akses media sosial, facebook, instagram, tik tok, dan game.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X