Pengurangan 70 Persen Sampah Plastik, Target Pemerintah Dinilai Ambisius

- Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:40 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com –  Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU M Ali Yusuf mengatakan persoalan sampah hingga kini masih menjadi problem sangat pelik dan sulit dikendalikan mengingat produksi sampah sangat tinggi. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2019 mencatat produksi sampah 67,8 ton sampah per tahun.

Untuk itu, pemerintah memiliki target pengurangan sampah 30 persen secara umum dan pengurangan 70 persen sampah plastik pada 2025. Namun target pemerintah itu dinilai LPBI ambisius. “Target pengurangan sampah itu cukup fantastis dan ambisius tapi kita harus dukung karena ini (pengurangan sampah) merupakan niat yang sangat baik,” kata Ali.

PBNU pun berperan membantu pengelolaan sampah melalui peluncuran produk ramah lingkungan oleh Bank Sampah Nusantara (BSN) LPBINU. “Tapi saya kira bukan menjadi alasan jumlah penduduk yang kemudian harus disamakan dengan jumlah sampah, karena ini terkait dengan pola pikir dan perilaku. Kalau dalam istilah hari ini adalah bagaimana menciptakan pola hidup yang berkelanjutan (sustainable living),” katanya.

Baca juga: Peran Bank Sampah Didorong untuk Ubah Perilaku Masyarakat

Sementara Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Juri Ardiantoro memandang persoalan sampah merupakan problem sangat serius. Dalam kondisi demikian, lanjut Juri, tidak cukup jika hanya diurusi oleh satu direktorat jenderal saja. Untuk itu, pihaknya mendorong satu badan khusus setingkat kementerian untuk mengurusi soal pengelolaan sampah di Indonesia.

Satu-satunya yang mengurusi soal sampah itu adalah Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya, dan Beracun (PSLB3) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Mungkin perlu juga dikaji. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU menginisiasi, mendorong, mengkaji apakah satu dirjen di KLHK itu mampu dan bisa bekerja untuk menangani persoalan sampah di Indonesia yang sangat luar biasa ini,” kata Juri saat peluncuran produk ramah lingkungan LPBINU di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Kamis (25/2).

Baca juga: Politik Hijau, Wali Kota Semarang Paparkan Manajemen Sampah

Jika hasil kajian tersebut dapat memunculkan rekomendasi soal perlunya dibentuk satu lembaga setingkat menteri untuk khusus menarik sampah maka sangat bagus untuk masa depan pengelolaan sampah dalam negeri. Juri berkaca pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang khusus menangani soal kebencanaan. Namun, Juri menilai BNPB lebih banyak menangani masalah hilir.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Baru Sebulan Diresmikan, Jembatan di Karawang Ambles

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:41 WIB

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X