Tes PCR WNA Berubah Jadi Positif, Begini Klarifikasi Wiku

- Kamis, 25 Februari 2021 | 11:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Satgas Penanganan Covid-19 mengklarifikasi terkait temuan pelaku perjalanan internasional yang membawa hasil negatif swab PCR dari negara asal namun ketika melakukan rapid test PCR atau swab PCR di Indonesia hasilnya positif.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito membenarkan temuan itu merupakan hasil skrining untuk memastikan pelaku perjalanan dalam keadaan sehat dan mencegah imported case masuk Indonesia. "Hal ini memang mungkin terjadi karena berbagai faktor seperti sampel swab PCR yang diambil terlalu awal pada masa inkubasi, sehingga virus belum terdeteksi," kata Wiku di Graha BNPB, Selasa (23/2).

Penyebab lain terdapat kemungkinan terjadinya penularan antara masa tes di negara asal, sebelum berangkat yaitu 3 x 24 jam selama perjalanan, atau karantina. Yang penting untuk diingat median masa inkubasi COVID-19 adalah 5 sampai 6 hari.

Baca juga: Positif Covid-19 Usai Jalani Vaksinasi, Ini Penjelasan Ketua KIPI

Yang menjadi pertanyaan lagi terkait persyaratan administrasi saat masuk Indonesia dan mekanisme isolasi pelaku perjalanan internasional. Wiku menekankan bagi WNA dan WNI yang melakukan perjalanan internasional dan kembali masuk Indonesia harus mengikuti seluruh ketentuan dan persyaratan dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19  SE No 8 Tahun 2021.

Dalam surat edaran mengatur pelaku perjalanan internasional harus mematuhi protokol kesehatan dan memenuhi persyaratan administrasi. Yaitu membawa hasil negatif RT-PCR dari negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3x24 jam. Sebagaimana yang tertuang dalam SK No 9 Tahun 2021 disebutkan seluruh pelaku perjalanan internasional yang masuk Indonesia diwajibkan melakukan karantina selama 5 x 24 jam di tempat yang sudah ditentukan.

Tempat karantina berlokasi di Wisma Atlet Pademangan bagi WNI pekerja migran, pelajar atau mahasiswa dan pegawai pemerintah. Untuk kategori ini, pembiayaannya ditanggung pemerintah. Namun bagi WNI di luar kriteria itu dapat melakukan karantina di tempat akomodasi yang memperoleh sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Hal ini juga berlaku bagi WNA yang melakukan karantina dan menggunakan biaya sendiri.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19,  Kemenag Targetkan 10 Ribu Tokoh Lintas Agama

Selama masa karantina, pelaku perjalan wajib melakukan tes RT-PCR. Apabila hasilnya dinyatakan positif, maka pelaku perjalanan internasional akan dilakukan perawatan di rumah sakit. Mengenai pembiayaan, bagi WNI akan ditanggung pemerintah, bagi pelaku perjalanan WNA menggunakan biaya mandiri. "Sekali lagi harap menjadi perhatian bahwa ada perbedaan mekanisme pembiayaan untuk golongan yang berbeda," jelas Wiku.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB
X