Politik Hijau, Wali Kota Semarang Paparkan Manajemen Sampah

- Minggu, 21 Februari 2021 | 07:30 WIB
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagai salah satu perwujudan politik hijau, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa yang dilaksanakan pihaknya adalah terkait manajemen pengelolaan dan pengendalian sampah.

Baca juga: Ini Pengakuan Politisi PDIP Soal Politik Hijau dalam Doktrin Megawati

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, Semarang selalu diancam banjir rob yang bukan hanya disebabkan oleh kondisi alam, namun juga bagaimana perilaku dalam menjaga lingkungan. Salah satunya adalah manajemen sampah.

Kata Hendi, sejak tahun 2018 hingga tahun 2020, setiap tahun volume sampah yang diolah oleh pihaknya terus meningkat. Dari 850 ton sampah per hari di 2018, kini volumenya sudah meningkat hingga 1200 ton sampah perhari. 62 persen dari sampah itu berjenis sampah organik. Dan sisanya adalah non organik seperti plastik. Semuanya diolah di TPA Jatibarang, Semarang.

"Diprediksi jumlah sampah ini akan terus meningkat seiring peningkatan perekonomian, dan lain sebagainya," kata Hendi.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi virtual bertajuk Politik Hijau PDI Perjuangan pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Acara ditayangkan secara langsung dari youtube resmi @pdiperjuangan dan akun facebook @pdiperjuangan.

Dijelaskan Hendi, untuk mengupayakan pengendalian sampah, Pemkot Semarang menerapkan kebijakan 'WaterFront City' yang berarti menjaga agar sungai bersih dari sampah.

Hendi juga mengeluarkan peraturan tentang pengendalian penggunaan plastik.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X