172 Ribu Jamaah Haji Didaftarkan Prioritas Vaksinasi, Ini Rinciannya

- Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:36 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Agama secara bertahap telah memvalidasi data 172 ribu jamaah haji yang diajukan untuk mendapat prioritas vaksinasi pada tahap II. Jumlah itu terdiri atas 158 ribu jamaah haji regular dan 14 ribu jamaah haji khusus. Data tersebut sudah bisa diakses Kemenkes karena Sistem Informasi dan Komputerasi Haji Terpadu (Siskohat) sudah terintegrasi dengan Siskohat Kesehatan.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman mengatakan data yang sudah divalidasi sudah mencapai 158 ribu. Data jamaah lainnya masih dalam proses verifikasi ulang. “Tercatat sudah ada 158 ribu update data jamaah yang sudah bisa diakses Kementerian Kesehatan untuk didaftarkan dalam usulan prioritas vaksinasi tahap II,” kata Oman di Jakarta, belum lama ini.

Sementara itu untuk jamaah haji khusus yang telah melunasi biaya haji 1441 H/2020 dan tertunda keberangkatannya karena pandemi juga telah didaftarkan dalam prioritas vaksinasi tahap II. Data jamaah haji khusus tersebut secara bertahap sudah divalidasi oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan bisa diakses Kemenkes melalui Sistem Informasi dan Komputerasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan.

Baca juga: Jamaah Haji Indonesia Ditolak karena Utang, Begini Klarifikasi Oman

Menurut Oman, validasi data ini sekaligus sebagai tindak lanjut surat Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Menteri Kesehatan. Surat tertanggal 5 Januari 2021 itu terkait permohonan dukungan perlindungan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia. Data yang divalidasi berbasis pada jamaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1440H/2020. Akses data diberikan secara bertahap karena tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah lebih dulu melakukan proses validasi.

“Ini sebagai langkah antisipasi jika Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memberikan kuota jamaah haji 144H kepada Indonesia,” kata Oman. Data yang diberikan antara lain mencakup Nomor Induk Kependudukan atau NIK, Nama, Nomor Porsi, dan alamat lengkap jamaah. Kemenag akan terus update dan diharapkan dalam waktu dekat ini seluruh jamaah yang telah lunas sudah bisa didaftarkan pada program vaksinasi tahap II.

Senada, Kasubdit Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hasan Affandi mengatakan program vaksinasi tahap II sudah bergulir sejak 17 Februari 2021. Program ini diperuntukan bagi petugas pelayanan umum dan lansia. Jamaah haji Indonesia juga banyak yang masuk kategori lansia. “Per hari ini, sudah 14 ribu data jamaah haji khusus yang sudah divalidasi dan diajukan untuk didaftarkan dalam usulan prioritas vaksinasi tahap II,” kata Hasan, di Jakarta, Jumat (19/2).

Jumlah kuota jamaah haji khusus dalam penyelenggaraan ibadah haji berjumlah 17 ribu. Jadi, masih ada sekitar tiga ribu data jamaah yang masih dalam proses verifikasi. Pendaftaran vaksinasi bagi jamaah haji dilakukan sebagai langkah antisipasi jika Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memberikan kuota jamaah haji 1442H kepada Indonesia “Update data tersebut antara lain berupa Nomor Induk Kependudukan atau NIK, Nama, Nomor Porsi, dan alamat lengkap jamaah,” jelas Hasan.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X