Pertama di ASEAN, Amunisi 76mm Otomelara GFR Paiton Tembak Sasaran

- Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:36 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - TNI Angkatan Laut melalui Dinas Materiel Senjata dan Elektronika TNI AL (Dissenlekal) melaksanakan uji fungsi amunisi 76mm Otomelara yang merupakan hasil pengadaan Dissenlekal di Pusat Latihan Tempur Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (11/02/2021).

Amunisi yang melesat sempurna ditembakkan melalui remote dengan menggunakan CMS (Combat Management System) GFR (Gunnery Firing Range) buatan BUMN PT Len Industri, tepat mengenai sasaran yang telah ditentukan. Dengan berhasilnya uji fungsi ini, maka baik fasilitas GFR Kodiklatal maupun amunisi 76mm telah siap digunakan untuk mendukung latihan dan operasional TNI AL.

GFR terdiri dari sensor, persenjataan, dan command center (CMS) layaknya kapal perang yang dapat digunakan untuk latihan operasional pertempuran di kapal. Khususnya prosedur penembakan menggunakan meriam tanpa harus mengoperasikan kapal perang di laut.

Baca juga: Belum Ada Pengganti, Alasan TNI Gunakan Alutsista Lama

Keberhasilan penembakan ini disaksikan langsung Kadissenlekal Laksamana Pertama TNI Endarto Pantja I., S.T., M.T., saat meninjau pelaksanaan kegiatan sekaligus melihat kondisi teknis dan kesiapan dari GFR pasca pelaksanaan perbaikan dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan yang sangat ketat.

Amunisi yang diujikan ini diperuntukkan bagi Meriam 76mm Otomelara yang saat ini telah terpasang di beberapa KRI. Saya berharap ke depan tidak hanya meriam 76mm saja yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan uji fungsi, namun juga meriam tipe lainnya dengan juga melibatkan siswa-siswa Kodiklatal,” ujarnya.

Kegiatan ini sesuai dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia TNI AL yang unggul dan profesional. Direktur Bisnis dan Kerjasama PT Len Industri (Persero) Wahyu Sofiadi mengatakan, membangun GFR adalah pembuktian perusahaannya di bidang combat system, karena Len sudah mengembangkan CMS sejak 2010.

Baca Juga: TNI AU Terus Tambah Alutsista Generasi Terkini

“Combat system itu terdiri dari sensor-sensor dan efektor atau persenjataan. CMS-nya full kita kerjakan sendiri. Len juga merefurbis senjata meriam OTO Melara KRI Slamet Riyadi (352) untuk diintegrasikan pada GFR ini,” ujar Wahyu.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X