Agar Penyu Singgah di Cilacap

- Jumat, 19 Februari 2021 | 01:00 WIB
SM/Gayhul Dhika Wicaksana - LEPAS PENYU : Tukik Penyu Lekang dilepasliarkan di sekitar Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap, beberapa waktu lalu. (39)
SM/Gayhul Dhika Wicaksana - LEPAS PENYU : Tukik Penyu Lekang dilepasliarkan di sekitar Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap, beberapa waktu lalu. (39)

Salah satu ikon Kabupaten Cilacap adalah Pantai Teluk Penyu. Namun saat ini hampir tidak ada penyu yang terlihat berkeliaran di sekitar pantai yang terletak dekat dengan pusat kota itu.

BEBERAPA pantai di Cilacap sebelumnya memang dikenal sebagai tempat singgah penyu untuk bertelur. Sebut saja Pantai Sodong, Pantai Glempang Pasir, serta Pantai Widarapayung yang ada di timur kota. Sayangnya, kini tak banyak lagi penyu yang tampak. Karena itu, warga di sekitar pantai tergerak untuk ikut membantu pelestarian penyu. Tergabung dalam Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja, warga sekitar Pantai Sodong, bahkan sudah berhasil melepasliarkan ratusan ekor tukik penyu.

”Jenis penyu yang kerap ditemukan di Cilacap yaitu penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), ” tutur Ketua Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Jumawan, di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Adipala, beberapa waktu lalu. Penyu lekang termasuk jenis penyu yang hidupnya di perairan dangkal tropis, dan subtropis. Biasanya penyu jenis itu ditemukan bertelur di sekitar Samudera Hindia, Samudera Pasifik, maupun di pantai sebuah pulau besar. Penyu lekang juga kerap disebut penyu abu-abu, penyu sisik semua, penyu kembang, penyu bibis, dan penyu slengkoroh.

Penyu lekang juga termasuk jenis penyu kecil, yang bobotnya sekitar 31-43 kg. Penyu itu biasanya berwarna abu-abu kehijauan, sementara ketika masih tukik warnanya abu-abu. Jenis penyu tersebut umumnya vegetarian atau pemakan lamun.

Tapi kadang penyu lekang juga memakan kepiting, gastropoda, cumi-cumi, ubur-ubur, dan udangudangan sehingga penyu ini tergolong sebagai hewan omnivora. Perairan di selatan Cilacap disebut memiliki padang lamun, hal itulah yang mungkin menarik penyu-penyu bertelur di pantai sekitar wilayah Kabupaten Cilacap. Tukik- tukik yang dilepasliarkan, lanjut Jumawan berasal dari telur temuan nelayan di wilayah Pantai Sodong, Glempang Pasir, sampai Widarapayung. Telur yang ditemukan, akan dijaga oleh warga hingga menetas.

Sebelum kelompok tersebut terbentuk, tekur-telur penyu yang ditemukan kerap diperjualbelikan. Kondisi yang memprihatinkan itu, yang kemudian melatarbelakangi terbentuknya Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja. Adapun sarang yang menjadi tempat telur penyu, isinya beragam, ada yang berisi 75 butir telur, bahkan ada yang berisi 100 butir telur.

Setelah telur menetas, tidak semua tukik-tukik yang menetas langsung dilepasliarkan, berberapa akan ditunggu sampai siap untuk dilepasliarkan. ”Kadang setelah uji coba dilepasliarkan, belum layak, karena insting berburunya masih kurang, ” ucapnya. Sampai sejauh ini, komunitas yang terbentuk sejak akhir 2019 itu telah melepasliarkan ratusan tukik penyu. Ia berharap dengan upaya konservasi dan pelestarian penyu ini, kelestarian penyu di wilayah Kabupaten Cilacap akan terjaga.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB

CSIS: Komunikasi Politik Airlangga Hartarto Kuat

Minggu, 26 September 2021 | 17:40 WIB
X