Limbah Medis Covid-19 Hampir 2 Juta Ton, Harus Jadi Perhatian Bersama

- Rabu, 17 Februari 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

Di Teluk Jakarta ditemukan jumlah limbah APD mencapai 16 persen atau sekitar 0,3 ton dari sampah total di teluk Jakarta. Permasalahan limbah medis yang terjadi saat ini juga disumbang banyaknya  pembuangan limbah APD oleh beberapa pihak secara sembarangan. “Kasus pelanggaran pembuangan limbah APD akan makin banyak muncul jika tidak adanya sinergi dari berbagai pihak terkait. Bersinergi akan mempercepat hilirisasi inovasi teknologi LIPI untuk menangani limbah medis,” tegasnya.

Beberapa teknologi LIPI di antaranya insenerator sampah infeksius Covid-19, alat penghancur jarum suntik, riset daur ulang limbah masker serta instalasi pengolahan air limbah dengan plasma nanobubble. “Limbah APD pada fasilitas kesehatan yang berasal dari pasien Covid-19 dapat dimusnahkan dengan insenerator ataupun autoklaf berpencacah” kata Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Ajeng Arum Sari.

Dikatakan, pemerintah daerah telah ikut berpartisipasi dalam menyediakan sarana dan prasarana bagi pembuangan limbah masker dari rumah tangga, seperti penyediaan dropbox. Saat ini pengetahuan masyarakat akan pengelolaan limbah APD masih sangat minim. “Hal ini sangat berisiko pada pencemaran lingkungan dan penularan virus penyebab Covid-19 melalui limbah APD,” ungkapnya.

“Berbagai penyadartahuan dan kolaborasi antar pihak terkait untuk penanganan limbah mutlak dilakukan. LIPI telah mempunyai berbagai teknologi  penanganan limbah masker, lebih lanjut perlu regulasi yang jelas dan kerja sama dengan pihak terkait untuk penerapannya” tutur Ajeng.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X