Rumah Sakit Rujukan Khusus di Jawa Masih Padat, Efektifkah PPKM Mikro

- Selasa, 16 Februari 2021 | 19:34 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Rumah Sakit rujukan khusus dan tempat tidur di ruang ICU untuk pasien Covid-19, di beberapa kota di Pulau Jawa, bed occupancy rate (BOR)-nya masih lebih dari 60 persen. Untuk itu masyarakat, harus terus mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air mengalir.

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Dr dr Lia G Partakusuma SpPK MM Mars, pada pekan kedua PPKM Mikro ini belum dapat diketahui apakah efektif atau tidak menahan penambahan jumlah positif Covid-19. Memang, beberapa hari ini beberapa rumah sakit non rujukan khusus Covid-19 tampak lebih longgar.

PPKM skala besar tidak terlihat, untuk PPKM mikro ini apakah berdampak atau tidak, saya belum tahu. Angkanya memang menurun, tetapi apakah dari dampak langsung dari strategi atau tidak, belum diketahui,” kata Dr Lia dalam talkshow “Update RS Darurat Wisma Atlet: Dampak PPKM Terhadap Tingkat Hunian Rumah Sakit” secara virtual, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Ini Evaluasi Efektivitas Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Jawa Tengah

Ia melanjutkan, ruangan biasa di rumah sakit yang diset sebagai isolasi untuk kategori sedang, memang mengalami penurunan BOR-nya. Tetapi untuk ruangan ICU di rumah sakit di beberapa kota di Pulau Jawa masih padat.  

Permintaan dari WHO agar BOR ICU di rumah sakit agar tidak lebih dari 60 persen, menurutnya agar ada spare ruangan ketika ada pasien yang sebelumnya bergejala sedang dan berat tetiba menjadi kritis. Jika tidak ada ruangan ICU yang tersedia, maka pasien tersebut tidak dapat masuk dan kemungkinan tertolong dengan bantuan alat-alat kesehatan lebih lengkap akan lebih kecil.

“Untuk penanganan Covid-19, jumlah tempat tidur di rumah sakit di seluruh Indonesia cukup tetapi kalau dilihat per provinsi, lihat dahulu di mana,” tambahnya.

Baca Juga: Longsor di Gunungpati Semarang, 20 Rumah Warga Retak

Penanganan kasus Covid-19 ini menurutnya, harus dilakukan secara bersama-sama. Pasien dengan gejala ringan misalnya, tidak harus ke rumah sakit tetapi bisa melakukan isolasi di tempat-tempat lainnya yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Untuk di Kota Semarang, ada Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan BPSDM Provinsi Jateng dan Asrama Haji Donohudan di Boyolali.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X