Masker Sekali Pakai Bisa Didaur Ulang, Ini Penjelasan LIPI

Ant, Red
- Selasa, 16 Februari 2021 | 14:45 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peningkatan limbah medis seperti masker sekali pakai terkait penanganan Covid-19, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan metode daur ulang yang dapat menghasilkan produk baru.

Akbar Hanif Dawam Abdullah, peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) LIPI mengatakan setelah menganalisis masker sekali pakai yang beredar di masyarakat, kebanyakan menggunakan termoplasik yang disebut polipropilen (PP).

"Kalau kita lihat dari bahannya, dianalisis kebanyakan adalah polipropilen yang dalam industri plastik sudah dikenal," ujar Dawam dalam diskusi yang diadakan LIPI dan dipantau dari Jakarta pada Selasa 16 Februari 2021.

Baca Juga: Limbah Medis Menumpuk, Ini Solusi untuk Mengatasinya

Baca Juga: Tangani Limbah Medis Covid-19, RS Aisyiyah Gunakan Cara Khusus

Bahan Polipropilen ini sudah digunakan dibeberapa produk umum seperti tutup botol dan gelas plastik. memiliki itik leleh 163-169 derajat Celcius, membuat bahan ini dapat didaur ulang.

Uji coba daur ulang limbah masker sekali pakai telah dilakukan dengan melakukan proses disinfektan memanfaatkan pelarutan natrium hipoklorit. Setelah dikeringkan, dipotong kecil-kecil, melalui proses ekstruksi yang kemudian menghasilkan bijih plastik daur ulang.

Setelah melalui pencetakan maka dihasilkan produk plastik daur ulang dari limbah masker tersebut.

"Dari sini kita lihat yang tadinya limbah kita bisa olah menjadi satu produk yang bermanfaat, memiliki nilai ekonomi, dan zero waste," ujar Dawam.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X