Urban Farming untuk Pemenuhan Kebutuhan Hidup di Masa Pandemi

- Minggu, 14 Februari 2021 | 19:02 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19, banyak orang kehilangan penghasilan karena PHK, kesulitan menjalankan usaha dan lainnya. Padahal mereka harus tetap memenuhi kebutuhan dasar, makan. Karena itu banyak yang menanam sayur, buah di pekarangan yang cepat tumbuh dan dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga.

''Konsep urban farming seperti itu pernah menjadi tren beberapa tahun lalu namun sempat surut dan tak begitu diminati. Akan tetapi dalam situasi pandemi Covid-19, banyak yang melakukannya lagi terutama di perkampungan yang tidak memiliki lahan luas. Warga kampung menanam sayuran seperti cabai, seledri, bayam, kangkung, bayam, rempah-rempah di halaman rumah. Ini membantu mereka memenuhi kebutuhan hidup selama dalam situasi sulit akibat pandemi,'' papar pakar teknologi pangan Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof Dr Ir Ambar Rukmini kepada Suara Merdeka.

Menurut Ambar, urban farming dapat membantu ketahanan pangan terutama saat pandemi. Warga yang tidak bisa beraktivitas ke mana-mana dan tidak cukup memiliki pendapatan berupaya memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dengan menanam sayuran dan lainnya di pot-pot, plastik bekas air mineral, kantong plastik dan media lainnya.
 
Ia melihat ada kendala pada konsep urban farming yakni keterbatasan lahan sehingga tidak semua jenis kebutuhan pangan dapat dibudidayakan sendiri. Menurutnya yang paling memungkinkan menanam jenis sayuran, buah-buahan, atau memelihara ikan, ayam. Khusus tanaman yang merupakan kebutuhan pokok seperti padi, agak sulit dilakukan dalam skala rumah tangga.

''Urban farming memang menjadi tren akibat pandemi, dapat dilihat di berbagai lokasi, adanya budidaya vertikal mewarnai banyak rumah atau bahkan gang-gang di perkampungan di berbagai kota, termasuk di Yogyakarta. Selain pemenuhan kebutuhan hidup, ini sekaligus upaya penghijauan,'' tandas Ambar.

Konsep tersebut sudah muncul puluhan tahun lampau karena lahan-lahan pertanian maupun perkebunan sudah disesuaikan peruntukannya. Ada wilayah yg bagus untuk budidaya padi, ada yang kurang cocok, sehingga dicari bahan pangan lain yang lebih cocok, misalnya umbi-umbian atau kacang-kacangan.

Demikian pula dengan komoditi perkebunan misalnya sawit, kopi, kakao, dan lainnya sesuai dengan kondisi tanah. Urban farming lebih cocok untuk tanaman yang cepat tumbuh dan lebih sebagai pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

X