BANDUNG, suaramerdeka.com - Tren wisata menunjukan kenaikan selepas landainya kasus Covid-19.
Hanya saja, potensi bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi para pelancong di samping tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Menurut Kadisbudpar Jabar Dedi Taufik, sektor pariwisata memang tengah menggeliat. Kawasan Puncak, Bandung Raya hingga Pangandaran sudah ramai kunjungan.
Baca Juga: Vanessa Angel Pernah Sampaikan Pesan Haru untuk Gala soal Bully
Dalam catatanya, ada 108 destinasi di seluruh wilayahnya yang berdenyut pasca penurunan kasus pandemi. Di antara sekian destinasi itu, sejumlah jalur perlu diantisipasi karena rawan bencana.
"Karena itu wisatawan perlu kehati-hatian. Mereka bisa memanfaatkan prakiraan cuaca misalnya sebelum melakukan perjalanan, ada kesiapan dari diri sendiri juga," katanya di Bandung, Jumat 5 November 2021.
Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota atas potensi bencana tersebut.
Baca Juga: Ayah Vanessa Angel Maafkan Tubagus Joddy: Saya Maafkan, Tapi Hukum Tetap Berjalan
Antisipasi dilakukan termasuk dengan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Bina Marga hingga BPBD.
"Kita tekankan early warning system, daerah-daerah juga harus petakan potensi bencana di wilayahnya, dan memberikan informasi kepada pengunjung. Apalagi wisata kita kan gurilap (gunung, rimba, laut, pantai)," jelasnya.
Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat tak panik. Karena seperti halnya Covid-19 yang mulai melandai, masyarakat pun diharapkan bisa beradaptasi terutama dengan tak melupakan mitigasi.
Baca Juga: Suami Vanessa Angel Curhat di Channel Denny Sumargo Juli, Diramal Mati Muda Terbukti
Untuk Covid-19 sendiri, Dedi Taufik menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyesuaian terutama dalam memastikan destinasi mengikuti standar yang ditetapkan guna mencegah penyebarannya. Penegakan protokol kesehatan jadi atensi prioritas.
Artikel Terkait
Tahun Ini, Tren Wisata Domestik Meningkat
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah