Kesuksesan Pembelajaran Jarak Jauh Perlu Dukungan Kompetensi Guru dan Akses TIK

- Kamis, 11 Februari 2021 | 07:30 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berjalan hampir satu tahun menyisakan berbagai tantangan dan peluang yang perlu ditindaklanjuti. Tantangan yang dihadapi antara lain adalah kompetensi guru dan juga ketimpangan pada akses teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza menyatakan, tantangan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini tentu saja bukan hal yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Para guru memerlukan pelatihan yang ekstensif dan intensif sebelum dapat langsung menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dengan optimal. Akan tetapi, pelatihan semacam itu tentu tidak dapat dilaksanakan dalam keadaan darurat seperti saat pandemi Covid-19 sekarang ini.

Baca juga: Terungkap ‘’Kegagalan’’ PJJ, Persepsi Siswa Rendah

"Selain itu, disrupsi yang datang mendadak di sektor pendidikan ini membutuhkan solusi dan tindak lanjut yang cepat dari guru dan sekolah. Mau tidak mau, pembelajaran jarak jauh tetap harus dilaksanakan dengan sumber daya yang seadanya. Untuk mengatasi terbatasnya kemampuan guru dalam menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh, ada baiknya sekolah dan guru dapat mengidentifikasi layanan pembelajaran jarak jauh seperti apa yang dapat digunakan oleh siswanya," kata dia.

Salah satu kompetensi yang patut dibenahi adalah belum memadainya kemampuan guru dalam menggunakan perangkat teknologi untuk melakukan pengajaran. Padahal pandemi memaksa mereka untuk beradaptasi dan menggunakan teknologi untuk mengajar. Survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperlihatkan bahwa sebanyak 53,55 persen guru mengalami kesulitan dalam melakukan manajemen kelas selama BDR.

Selain itu, meskipun pemerintah mengklaim telah melakukan berbagai pelatihan Information and Communication Technologies (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada guru, sebanyak 48,45 persen guru mengaku masih kesulitan dalam menggunakan teknologi selama BDR.

“Penguasaan TIK tentu menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan dan perlu dijadikan prioritas untuk pengembangan kompetensi guru sekarang dan juga di masa depan. Pandemi merupakan sesuatu yang datangnya tidak diduga dan menunjukkan hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki dan diadaptasi,” jelas Nadia.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X