Banjir Semarang, DPRD: Pompa Air Perlu Dimaksimalkan

Maya
- Selasa, 9 Februari 2021 | 17:15 WIB
Anggota DPRD Kota Semarang M Sodri (suaramerdeka.com/dok)
Anggota DPRD Kota Semarang M Sodri (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggota DPRD Kota Semarang M Sodri meminta pemerintah segera mengupayakan penanganan banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang. Ia meminta agar kapasitas dua rumah pompa pengendali banjir di Kali Sringin Genuk dan di Kali Tenggang Gayamsari dimaksimalkan.

Sodri menilai, pompa pengendali banjir tidak beroperasi maksimal. Beberapa rumah pompa seperti di Banjardowo tidak berfungsi.

"Banjir kali ini bisa dibilang cukup parah. Genangan mencapai satu meter lebih dan tidak surut hingga empat hari. Bisa jadi diakibatkan pompa pengendali banjir tidak beroperasi maksimal," ujarnya di kantor DPRD Kota Semarang, Selasa, 9 Februari.

Baca Juga: Banjir di Kota Semarang, Tidak Semua Air Tersedot Pompa Portabel

Baca Juga: Banjir di Kota Semarang, Luapan Sungai Tenggang Akan Disedot Pompa Portabel

Sodri meminta Pemerintah Kota Semarang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat. Terlebih kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Kementerian PUPR yang berwenang menangani masalah tersebut.

Dia juga mengatakan, daerah tersebut adalah kawasan hilir dari Semarang bagian timur. Sehingga air mengumpul di kawasan tersebut. Jika tidak segera ditangani, maka akan terjadi banjir besar setiap curah hujan tinggi.

Data di Pemerintah Kota Semarang menunjukkan, terdapat enam rumah pompa di kawasan Semarang bagian bawah. Antara lain rumah pompa Muara Sringin, Genuk Babon, Pasar Banjardowo, Karangroto, Muara Tenggang dan Pasar Waru.

Baca Juga: Banjir di Semarang Timur, Pompa Kali Sringin Ditambah

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

X