Skandal Asabri, Kejagung: Kerugian Negara Capai Rp23 Triliun

DTC
- Selasa, 2 Februari 2021 | 15:36 WIB
Benny Tjokro (Istimewa)
Benny Tjokro (Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Skandal parah terjadi di PT Asabri, hal ini dibeberkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Ternyata, telah bertahun-tahun, kegiatan investasi di perusahaan pelat merah tersebut dikuasai pihak di luar Asabri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyebutkan bila skandal Asabri ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 23 triliun lebih. Bahkan, menurut Leonard, hitungan itu bisa bertambah lagi menunggu perhitungan final dari BPK.

"Penyidik untuk sementara telah menghitung kerugian negara sementara sebesar Rp 23.739.936.916.742,58," ucap Leonard, saat konferensi pers, Senin (1/2).

Total ada 8 tersangka yang ditetapkan, yaitu:
1. Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai mantan Direktur Utama PT Asabri periode 2011-2016
2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai mantan Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020
3. Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015
4. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019
5. Ilham W Siregar sebagai Kepala Divisi Investasi PT Asabri periode 2012-2017
6. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
7. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
8. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk

Dua nama tersangka di atas merupakan mantan Direktur Utama atau Dirut PT Asabri dari periode yang berbeda, yaitu Adam Rachmat Damiri dan Sonny Widjaja. Jaksa memberikan inisial ARD untuk Adam dan inisial SW untuk Sonny.

Baca Juga: Ditahan, Mantan Dirut PT Asabri Sonny Widjaja Kecewa

Baca Juga: Menkeu Bahas Kasus Asabri dengan DPR

Dalam periode jabatannya Adam disebut bersiasat dengan Benny Tjokrosaputro yang diinisialkan BTS untuk mengatur dan mengendalikan transaksi dan investasi saham dan reksadana PT Asabri. Sedangkan Sonny bersiasat dengan Heru Hidayat yang diinisialkan HH untuk maksud yang sama.

Leonard menyebut kongkalikong para tersangka sudah terjadi sejak 2012. Disebutkan bila saat itu Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan, serta Kadiv Investasi PT Asabri melakukan kesepakatan dengan pihak di luar PT Asabri yang bukan merupakan konsultan investasi ataupun manajer investasi.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X