Ciptakan Sabun Antibakteri dari Daun Jarak

- Senin, 1 Februari 2021 | 01:10 WIB
SM/Agung PW - SABUN DAUN JARAK: Mahasiswa Kimia UNY menunjukkan sabun dari daun jarak yang manjur mengatasi bakteri. (70)
SM/Agung PW - SABUN DAUN JARAK: Mahasiswa Kimia UNY menunjukkan sabun dari daun jarak yang manjur mengatasi bakteri. (70)

Tanaman jarak pagar banyak dimanfaatkan untuk berbagai hal dalam bidang kesehatan, mulai mengobati masuk angin hingga meringankan kerusakan hati. Ternyata tanaman itu juga bisa diolah menjadi sabun antibakteri.

DIARE akibat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli tak asing lagi. Komplikasi yang timbul dari infeksi kulit dan jaringan lunak karena Staphylococcus aureus merupakan masalah klinis yang utama. Ini karena tingginya kejadian infeksi dan munculnya strain kuman resisten antibiotik secara luas. Selain pengobatan dari dalam, perlu pula mencegah paparan bakteri dari luar seperti mencuci tangan menggunakan sabun.

Karena itu perlu sabun antibakteri yang manjur. Antibakteri merupakan zat yang dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri yang bertujuan mencegah terjadinya infeksi. ”Permasalahannya, Food and Drug Administration (FDA) telah melarang peredaran sabun antibakteri. Hal ini karena pada bahan sabun tertentu terdapat zat yang terbukti tidak aman dan tidak efektif untuk penggunaan jangka panjang,” Asmi Aris, mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Nah, salah satu cara aman yakni penggunaan antibakteri dari bahan alam sebagai alternatif pengganti triclocarban. Ada senyawa saponin yang dapat diperoleh dari alam dan mempunyai efek antibakteri yang terdapat dalam tanaman jarak pagar (Jatropha curcas Linn).

Jarak pagar merupakan tanaman herbal yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Menuru Asmi yang bersama Ilyas Gistiana dan Hafiizhoh Hanafia meneliti tanaman jarak pagar, mereka harus mencampur daun jarak dengan limbah minyak goreng. Kandungan asam lemak bebas yang cukup tinggi pada minyak dapat diolah menjadi sabun melalui proses saponifikasi menggunakan larutan alkali.

Berlimpah

Limbah minyak goreng yang telah digunakan juga cukup berlimpah sehingga mereka tak kesulitan mendapatkannya. Ilyas menambahkan, pembuatan sabun tersebut melalui tiga tahap yaitu pembersihan minyak goreng bekas, pembuatan ekstraksi jarak pagar, dan pembuatan sabun aktibakteri. ”Tahap pertama, minyak goreng bekas dibersihkan dari bahan pengotor sisa penggorengan menggunakan kertas saring. Pada sampel minyak ditambahkan adsorben sebanyak 7,5 persen berat minyak dan diaduk selama 30 menit, lantas didiamkan selama 72 jam,” papar Ilyas.

Minyak goreng disaring kembali untuk dipisahkan dari adsorben. Pada proses esktraksi, daun jarak dicuci dan dikeringkan di bawah sinar matahari, kemudian daun yang telah kering digiling hingga berbentuk serbuk. Serbuk sebanyak 500 gram direndam dalam etanol 95 persen. Sampel direndam selama 3x24 jam dan diaduk setiap 24 jam. Ekstrak yang diperoleh dipekatkan dengan menggunakan vacuum rotary evaporator pada suhu 70 derajat Celsius dengan kecepatan 100 rpm.

Langkah terakhir, minyak goreng sebanyak 60 gram dipanaskan pada suhu 40 derajat Celsius dan ditambahkan larutan NaOH 30 persen sebanyak 30 ml dan diaduk selama 20 menit. Tambahkan 10 ml gliserin, 1 ml minyak esensial, dan ekstrak daun jarak pagar dengan konsentrasi yang telah ditentukan dalam akuades 50 ml. Adonan didinginkan dan dicetak, siap digunakan. ”Kelayakan sabun diuji berdasarkan SNI 06- 3532-1994 untuk mengetahui karakter fisik dan kimia sehingga aman untuk digunakan.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X