Terapkan 3M, Risiko Tertular Covid-19 Turun 85 Persen

- Sabtu, 30 Januari 2021 | 13:36 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Disiplin ketat dalam menerapkan 3M (mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai masker, menjaga jarak) dinyakini bisa menurunkan risiko tertular virus corona hingga 85 persen.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) menunjukkan risiko penularan Covid-19 tanpa berperilaku 3M, bisa mencapai 100 persen. Dengan mencuci tangan risiko tertular turun 35 persen, ditambah memakai masker kain risikonya turun menjadi 45 persen, apabila memakai masker bedah menurunkan risiko tertular hingga 70 persen, lalu ditambah dengan menjaga jarak 1 meter menurunkan risiko hingga 85 persen.

Baca Juga: Waspadai Gejala Virus B.1.1.7, Wiku: Gerakan 3M Adalah Kunci!

Efektivitas itulah yang mendasari protokol kesehatan 3M adalah upaya utama untuk dijalankan seluruh masyarakat. Setiap saat, pemerintah selalu menghimbau agarmentaati 3M karena masyarakat juga memiliki peranan penting dalam upaya menekan angka penularan Covid-19.

Dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan Muhammad Fajri Adda’I dalam dialog produktif virtual bertema Prokes Dijalankan, Covid-19 Kita Kalahkan, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (29/1) mengemukakan, dengan menggunakan masker, penularan bisa ditekan jauh.

Baca Juga: Usai Vaksinasi, Jokowi Tetap Minta Masyarakat Disiplin Prokes 3M

Lalu, perilaku menjaga jarak terutama di ruangan tertutup mengurangi risiko tertular lebih besar lagi. "Apabila terpaksa di ruangan tertutup, buka semua ventilasi, dan jangan terlalu berkerumun dan menghindari ruangan dengan ventilasi yang buruk. Yang lebih baik, dengan melakukan pertemuan virtual apabila diperlukan," ujar dr. Muhammad Fajri.

Dia menjelaskan, pentingnya cuci tangan adalah untuk menghindari kuman atau virus yang tidak sengaja tertempel karena droplet (percikan) di ruangan ber-AC bisa bertahan sampai beberapa minggu. Virua itu bisa menginfeksi apabila kita tidak sengaja mengucek mata. "Sehingga saya menyarankan cuci tangan dengan sabun di air mengalir," katanya.

Ellgeen Frydianto, salah seorang penyintas Covid-19 mengaku sebenarnya dirinya termasuk orang yang patuh menerapkan protokol kesehatan. Setiap berkegiatan selalu mencuci tangan, memakai masker, dan selalu mandi saat pulang ke rumah. Namun, kata dia, kita tidak pernah tahu tertular Covid-19 itu di mana. "Betul yang dikatakan dr. Fajri, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan ini,” tegasnya.

Saffri Sitepu, juga mengisahkan pengalamannya selaku penyintas Covid-19. “Saya rasa saya tertular waktu itu karena kurang menjaga jarak atau bertemu orang banyak. Pengalaman saya ketika divonis positif Covid-19, yang paling berat adalah sepuluh hari pertama. Ketika itu saya sesak berat dan batuk berdarah. Setelah pulang dinyatakan negatif pun saya merasa fisik masih berat, gampang lemas, hampir tiga bulan saya rasakan pengalaman tersebut,” terangnya.

Baca Juga: Kemenkes: Penerapan 3M Belum Jadi Kebiasaan Masyarakat

Menanggapi kisah dan saran kedua penyintas, dr. Fajri menghimbau agar masyarakat bisa tetap menjaga jarak sambil beraktivitas. “Apabila harus terpaksa bertemu, cari tempat yang ventilasinya baik. Kalau perlu bertemu di luar ruangan, dan usahakan jangan sembari makan, terus jaga jarak.

Jika naik transportasi umum pilih yang tidak terlalu padat. Jangan banyak bicara sehingga tidak harus menurunkan masker. Yang terpenting apabila merasa tidak enak badan jangan dipaksakan, sampaikan ke atasan kondisi kesehatan kita,” sarannya.

Menurutnya, penularan Covid-19 seringkali terjadi karena keteledoran. “Laporan WHO mengatakan penularan terjadi cukup tinggi saat makan bersama kolega, keluarga, karena dipikir aman,” jelas dr. Fajri.

Sebagai saran tambahan, dr. Fajri mengatakan, untuk melengkapi usaha 3M tersebut, jangan lupa untuk bantu pemerintah melakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

"Terakhir kita harus dukung vaksinasi agar program ini bisa menurunkan penularan dan kita semua bisa sehat selalu," katanya.

 

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB
X