Terapkan 3M, Risiko Tertular Covid-19 Turun 85 Persen

- Sabtu, 30 Januari 2021 | 13:36 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

Saffri Sitepu, juga mengisahkan pengalamannya selaku penyintas Covid-19. “Saya rasa saya tertular waktu itu karena kurang menjaga jarak atau bertemu orang banyak. Pengalaman saya ketika divonis positif Covid-19, yang paling berat adalah sepuluh hari pertama. Ketika itu saya sesak berat dan batuk berdarah. Setelah pulang dinyatakan negatif pun saya merasa fisik masih berat, gampang lemas, hampir tiga bulan saya rasakan pengalaman tersebut,” terangnya.

Baca Juga: Kemenkes: Penerapan 3M Belum Jadi Kebiasaan Masyarakat

Menanggapi kisah dan saran kedua penyintas, dr. Fajri menghimbau agar masyarakat bisa tetap menjaga jarak sambil beraktivitas. “Apabila harus terpaksa bertemu, cari tempat yang ventilasinya baik. Kalau perlu bertemu di luar ruangan, dan usahakan jangan sembari makan, terus jaga jarak.

Jika naik transportasi umum pilih yang tidak terlalu padat. Jangan banyak bicara sehingga tidak harus menurunkan masker. Yang terpenting apabila merasa tidak enak badan jangan dipaksakan, sampaikan ke atasan kondisi kesehatan kita,” sarannya.

Menurutnya, penularan Covid-19 seringkali terjadi karena keteledoran. “Laporan WHO mengatakan penularan terjadi cukup tinggi saat makan bersama kolega, keluarga, karena dipikir aman,” jelas dr. Fajri.

Sebagai saran tambahan, dr. Fajri mengatakan, untuk melengkapi usaha 3M tersebut, jangan lupa untuk bantu pemerintah melakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

"Terakhir kita harus dukung vaksinasi agar program ini bisa menurunkan penularan dan kita semua bisa sehat selalu," katanya.

 

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X