Vaksinasi Mandiri Libatkan Swasta, Ini Dampak Positifnya

- Sabtu, 30 Januari 2021 | 09:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Melibatkan swasta dalam vaksinasi mandiri rupanya memiliki dampak positif, yakni bisa mengurangi beban APBN sambil melipatgandakan jangkauan vaksinasi. Jika distribusi tadinya hanya melibatkan puskesmas, rumah sakit pemerintah dan BUMN maka penambahan kapasitas swasta tentu bisa memperluas dan mempercepat terlaksananya vaksinasi.

Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta mengatakan, semakin banyak yang divaksinasi dan secepat mungkin pelaksanaannya, maka jumlah pasien yang perlu perawatan rumah sakit akan menurun.  Paling tidak, ini akan mengurangi beban biaya pengobatan Covid-19 yang ditanggung oleh Kementerian Kesehatan.  

“Akan tetapi, sebaiknya pemerintah jangan mencoba menghemat dengan mengurangi pemesanan vaksin, kalaupun vaksin mandiri diizinkan.  Pertimbangannya seperti yang tadi sudah dibahas adalah belum pastinya permintaan (demand) vaksin mandiri dan pasokan (supply) vaksin global,” ungkap Andree.

Baca juga: Hati-hati! Hoaks Vaksin Covid-19 Isu Dominan

Tetapi yang terpenting dalam program vaksinasi massal, baik gratis maupun mandiri, adalah bagaimana memastikan kekebalan populasi benar-benar tercapai.  Tidak ada vaksin yang efektif 100 persen.

"Selain memastikan pelaksanaan protokol kesehatan untuk terus menekan penularan, pemerintah juga perlu memantau tingkat kekebalan populasi secara berkala. Vaksin bisa mempercepat pengendalian pandemi hanya jika kita tidak lengah dan terus melakukan pelaksanaan dan pemantauan berbagai kebijakan pengendalian pandemi secara konsisten," kata dia.

Jadi, sebelum membicarakan vaksin mandiri, perlu diingat bahwa vaksinasi hanyalah salah satu alat pengendalian pandemi. Jika berbagai kebijakan pengendalian pandemi yang sudah ada tidak diimplementasikan secara konsisten, maka keberadaan vaksin pun mungkin tidak terlalu berdampak terhadap upaya menekan laju penularan dan upaya pemulihan ekonomi.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB

CSIS: Komunikasi Politik Airlangga Hartarto Kuat

Minggu, 26 September 2021 | 17:40 WIB
X