Luhut Terlibat Bisnis PCR, Jubir Menko Marves: Itu Sama Sekali Tidak Benar

- Selasa, 2 November 2021 | 21:26 WIB
Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan saat memaparkan materi dalam Indonesia Energy Transition Dialogue 2021. (suaramerdeka.com / dok)
Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan saat memaparkan materi dalam Indonesia Energy Transition Dialogue 2021. (suaramerdeka.com / dok)



SUARAMERDEKA.COM – Nama Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) muncul dalam daftar menteri yang diduga terlibat dalam bisnis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Dugaan tersebut muncul karena dua perusahaan yang terdapat saham Luhut di dalamnya berinvestasi di PT Genomerik Solidaritas Indonesia, perusahaan yang menyediakan fasilitas testing virus Covid-19.

Dua perusahaan itu yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi.

Baca Juga: Ini Sinopsis The Medium, yang Bawa Thailand ke Ajang Oscar 2022

Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi angkat bicara mengenai keterlibatan Luhut dalam pengadaan alat kesehatan, seperti PCR, antigen dan skrining Covid-19.

“Itu sama sekali tidak benar. Ya begitulah kalau oknum hati dan pikirannya sudah ingin menjatuhkan orang lain. Orang yang ingin berbuat baik dihajar dengan segala cara. Ini membuat pihak-pihak yang benar-benar membantu di masa krisis menjadi enggan,” kata Jodi.

Jodi mengatakan bahwa Luhut hanya memiliki saham kurang dari 10 persen di PT Toba Energi.

Baca Juga: Mendidik Anak Laki-Laki dengan Tepat, Orang Tua Perlu Perhatikan 5 Hal Ini

Menurut Jodi, Luhut memang mendapat ajakan beberapa kelompok pengusaha membentuk GSI. Terdapat sembilan pemegang saham dalam GSI yang dibentuk dalam rangka inisiatif membantu penyediaan testing virus Covid-19.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X