Agar Diperhitungkan di Wilayah Sendiri, RK Ingin BUMD Pangan Bergerak Lebih Lincah

- Rabu, 27 Januari 2021 | 14:45 WIB
(istimewa)
(istimewa)

GARUT, suaramerdeka.com - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil meminta BUMD Pangan, Agro Jabar bisa bergerak lebih lincah dalam menjalankan tugasnya sehingga kehadirannya mampu diperhitungkan terutama di wilayah sendiri.

Baca juga: Genjot Hasil Pangan, 5 Ribu Petani Milenial Bakal Direkrut

"Salah satunya Agro Jabar ini bisa jadi offtaker, pembeli utama pangan, kalau bisa kalahkan Bulog," katanya saat peresmian teknologi smart greenhouse metode pertanian sistem infus, panen perdana jagung hibrida  di lahan BUMD tersebut di Wanaraja, Kabupaten Garut, Rabu (27/1).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan kerjasama pembelian 1.000 ekor dari NTB. Langkah ini secara bertahap diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan Jabar yang pertahunnya mencapai 700 ribu ekor sapi. Selain itu, kerjasama ini mencakup budidaya lobster.

Emil tak menampik bahwa dibutuhkan banyak gebrakan terutama dari BUMD miliknya itu dalam memenuhi target tersebut. Di antaranya keberanian dalam menyampaikan kebutuhan pangan secara luas kepada masyarakat disertai jaminan untuk menampungnya.

"Untuk itu, saya butuh statement BUMD ini. Bahwa mereka butuh jagung sekian misalnya. Butuh sapi berapa. Umumkan. Tak apa receh tapi jumlahnya massif. Kemudian hasil dari masyarakat yang merespon pengumuman itu dibeli Agro Jabar," jelasnya.

Diakui, untuk menghadirkan rantai seperti itu memang dibutuhkan waktu. Untuk itu, RK mendorong pula badan usaha itu sekaligus ambil bagian dalan mengedukasi sistem yang akan dikembangkan itu. Kalau perlu, katanya, mereka bisa melakukannya dengan merekrut jasa pesohor untuk menyosialisasikan program tersebut.

"Ini kan bagaimana menggerakan pola pikir masyarakat untuk kembali ke pangan. Di sisi lain, Agro Jabar juga jangan terus berpikir mengolah tanahnya sendiri saja. Lihat pula potensi pangan dari olahan tanah lainnya," tegasnya.

Dia pun mengapresiasi penggunaan teknologi yang dinilainya menjadi kunci untuk pemenuhan pangan yang semakin meningkat setiap tahunnya. Pola-pola konvensional harus mulai ditinggalkan sehingga memungkinan proses cocok tanam berlangsung 12 bulan.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X