Realisasi Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6 hingga 11 Tahun, Kemenkes Tunggu Data Tambahan

- Selasa, 2 November 2021 | 13:37 WIB
Vaksin Sinovac (foto: pikiran rakyat)
Vaksin Sinovac (foto: pikiran rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan Vaksin Sinovac untuk anak usia 6 hingga 11 tahun. Sementara untuk realisasinya, masih menunggu dari Kemenkes.

Menurut Kepala BPOM, Penny K Lukito, karena vaksin yang digunakan untuk anak usia 6 hingga 11 tahun adalah Vaksin Sinovac dan tersedia di Indonesia, kemungkinan realisasi dari Kemenkes tidak dalam waktu lama.

Sementara menanggapi izin yang dikeluarkan BPOM terkait penggunaan Vaksin Sinovac untuk anak usia 6 hingga 11 tahun, Kemenkes masih menunggu data tambahan untuk realisasinya.

Baca Juga: Tak Hanya Hari Pahlawan, Ini Hari Penting dan Peringatan pada Bulan November

Selain itu seperti yang disampaikan Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, bahwa pihaknya masih harus konsultasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Kami masih harus konsultasi dengan IDAI dan ITAGI. Dan, juga kesiapan tenaga kesehatan, juga untuk proses vaksinasinya," ujar Siti Nadia.

Faktor lain yang membuat Kemenkes belum merealisasikan Vaksin Sinovac untuk anak usia 6 hingga 11 tahun adalah tambahan jumlah vaksin guna memenuhi kuota kebutuhan vaksin anak.

Baca Juga: Prabowo: Kemandirian Industri Pertahanan Diharapkan Wujudkan Pergeseran Pemahaman dari Belanja ke Investasi

Faktor berikutnya adalah proses penilaian hasil uji klinik vaksin Covid-19 untuk anak memerlukan beberapa tahapan dan waktu yang cukup lama.

Selain itu, data hasil uji klinik yang disampaikan oleh pendaftar, dalam hal ini PT Kimia Farma Tbk sebagai pengimpor Vaksin Sinopharm, juga dilakukan secara bertahap.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X