Prabowo: Kemandirian Industri Pertahanan Diharapkan Wujudkan Pergeseran Pemahaman dari Belanja ke Investasi

- Selasa, 2 November 2021 | 11:32 WIB
Menhan Prabowo Subianto kunjungan kerja ke industri propelan milik PT Dahana, Subang. (foto: kemhan.go.id)
Menhan Prabowo Subianto kunjungan kerja ke industri propelan milik PT Dahana, Subang. (foto: kemhan.go.id)

SUBANG, suaramerdeka.com - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan, bahwa kemandirian industri pertahanan diharapkan wujudkan pergeseran pemahaman dari belanja ke investasi pertahanan.

Prabowo menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja ke Kawasan Energetic Material Center milik PT Dahana (Persero) di Subang, Senin, 1 November 2021.

Prabowo menambahkan, bahwa kemandirian industri pertahanan merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, maju dan mandiri. Sebab, industri yang kuat diharapkan mampu memberikan multiplier effect baik terhadap pembangunan ekonomi maupun penguasaan teknologi bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Aturan Perjalanan Jarak 250 km Wajib Tes PCR atau Antigen, Sudjiwo Tejo: Kita Patuhi Juga

Di Kawasan Energetic Material Center PT Dahana (Persero) Subang, Prabowo memeriksa kesiapan industri pertahanan, terutama propelan. Propelan adalah bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB), maupun bahan bakar roket.

Kebutuhannya di dalam negeri selama ini, diimpor dari luar negeri sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo.

Saat ini, PT Dahana tengah melakukan inovasi di semua lini bisnisnya, termasuk industri propelan yang nantinya akan menjadi bahan baku bagi Munisi Kaliber Kecil dan Munisi Kaliber Besar untuk stakeholder pertahanan dan keamanan.

Baca Juga: Pelabelan Uji Lolos Keamanan Kemasan AMDK, Pakar Kimia ITB: BPOM Harus Fair

Propelan adalah bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB), maupun bahan bakar roket. Kebutuhannya di dalam negeri selama ini, diimpor dari luar negeri sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo.

Direktur Utama PT Dahana (Persero), Wildan Widarman menjelaskan, pembangunan industri propelan telah berjalan

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Sumber: Kemhan.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X