Nadiem: Adaptasi Perkembangan Teknologi dan Literasi Digital Sudah Jadi Keharusan

- Senin, 25 Januari 2021 | 20:36 WIB
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyebutkan bahwa kita harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Sebab, saat ini ada profesi-profesi baru yang dalam 5-10 terakhir belum pernah ada sebelumnya seperti YouTuber, influencer, content creator, big data analyst, media social spesialist hingga artificial intelligence specialist.

Itu sebabnya, adaptasi perkembangan teknologi dan literasi digital sudah jadi suatu keharusan yang harus dikuasai zaman now. Oleh karena itu, ia berpesan agar siswa dan mahasiswa vokasi bisa belajar sesuai passion agar berkembang secara optimal.

"Perubahan begitu cepat, ada profesi baru yang tumbuh, yang tidak dibutuhkan, diperkuat dengan krisis, perubahan itu yang pasti," ujar Nadiem Makarim dalam webinar Dies Natalis Ditjen Pendidikan Vokasi ke-1 di Jakarta.

Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi (Diksi), Wikan Sakarinto menyatakan, para siswa sejak SD, SMP, dan SMA harus mulai memahami profesi apa yang akan berkembang masa depan. Untuk itu orang tua, guru BK jangan sampai tidak mengetahui profesi apa saja yang banyak dibutuhkan dikemudian hari.  

Wikan berharap ada perubahan pola pikir terhadap orang tua dan siswa di mana masih ada yang menganggap lulusan vokasi hanya jadi tukang. Padahal saat ini pendidikan vokasi bisa berjenjang hingga ke pendidikan tinggi.

"Siswa lulusan SMP maupun SMA untuk tidak ragu masuk ke jurusan vokasi. Pendidikan vokasi kini bisa melajutkan ke jenjang D4 bahkan S2 terapan," tutur Wikan.

Selain itu, Mendikbud juga memastikan ada sebanyak 900 sekolah menengah kejuruan (SMK) akan direvitalisasi. Target besar ini, menurutnya, perlu didukung bersama karena filosofi pendidikan bukan sekadar muatan yang mengisi pikiran siswa dengan teori.

Namun, untuk menuntun anak-anak bangsa dalam semangat belajar yang menyenangkan. "Dengan semangat belajar yang menyenangkan, anak-anak mampu mengembangkan diri secara mandiri di dunia dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat," kata Mendikbud.

Kemendikbud, lanjutnya, akan melakukan dukungan dan percepatan link and match dan kemitraan dengan 5.690 orang dan 250 dunia usaha dan industri. Di samping penguatan pendidikan tinggi vokasi pada 200 program studi, sertifikasi kompetensi kepada 300 dosen, penguatan pendidikan PNBP dan BLU pada 75 PTN dan penguatan sarana dan prasarana di 8 perguruan tinggi.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X