Ingat! Meski Jenuh, 3M Cara Efektif Cegah Penularan Covid-19

- Senin, 25 Januari 2021 | 08:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito tidak bosan-bosan mengingatkan untuk menekan penularan Covid-19 kepatuhan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) merupakan cara yang paling efektif. Bahkan ketika seseorang telah mendapatkan vaksin Covid-19 tidak boleh mengabaikan protocol kesehatan dengan tetap mematuhi 3M di mana pun dan kapan pun.

Ketua Dewan Pakar Satgas Covid-19 itu mengakui meski masyarakat mungkin jenuh, namun disiplin menerapkan protokol kesehatan satu-satunya cara efektif mencegah penularan. Untuk menekan penularan Satgas meminta tetap di rumah saja, tidak bepergian jika tidak mendesak. Selalu menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

"Saya meminta pada kepala daerah untuk saling bahu membahu menekan penularan di wilayahnya masing-masing. Tidak bosan saya sampaikan, bahwa kepada kepala daerah, untuk memastikan pelayanan kesehatan sesuai standar, sehingga dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian," tambah Wiku.

Pemda diminta menjalankan penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan atas pelanggar oleh masyarakat dan kepada masyarakat betul-betul menjalankan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh. "Ingat, sampai sekarang pencegahan yang paling efektif ialah 3M, yaitu memakai masker, menajga jarak dan mencuci tangan," kata Wiku.

Satgas menegaskan perubahan perilaku menjadi kunci penanganan pandemic. Kendati tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak secara mingguan, mengalami kenaikan pada masa Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun kenaikan ini dirasa belum sebanding dengan tingkat kepatuhan rata-rata saat di awal upaya monitoring perubahan perilaku pada September dan Oktober 2020.

Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 798.810, Jateng Hanya Sumbang 27 Kasus

Prof Wiku menjelaskan hasil monitoring perubahan perilaku menunjukkan kenaikan rata-rata kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak tingkat nasional selama penerapan PPKM. "Rata-rata kepatuhan protokol kesehatan minggu lalu, cenderung meningkat dibandingkan 2 Minggu sebelumnnya. Yaitu dari 50,27 persen, menjadi 62,46 persen atau naik sebesar 12,19 persen, dalam memakai masker," kata Wiku di Gedung BNPB.

Untuk tingkat kepatuhan menjaga jarak, persentasenya naik, dari 35,98 persen menjadi 53,09 persen atau naik 17,11 persen. Dibandingkan kepatuhan di awal monitoring perubahan perilaku, persentasenya menembus angka 84,77 persen dalam memakai masker dan 69,04 dalam menjaga jarak. Melihat perbandingan itu, kata Wiku, harusnya bisa menjadi cerminan bahwa upaya dalam meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan belum tampak signifikan hasilnya.

"Data ini seharusnya mampu menjadi bahan refleksi diri bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan individu maupun komunitas, serta bahan evaluasi program operasi yustisi yang sudah dilakukan aparat penegak hukum setempat," lanjutnya.

Meski efek positif dari perubahan perilaku membutuhkan waktu lama terhadap penurunan kasus, namun dapat menghasilkan perbaikan penanganan Covid-19 yang berkelanjutan apabila dijalankan terus menerus.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X