Hari Pahlawan, Terbunuhnya Brigjen Mallaby Memicu Kontroversi

- Senin, 1 November 2021 | 10:16 WIB
Brigjen Mallaby (tengah) di antara pasukannya. (foto wikipedia)
Brigjen Mallaby (tengah) di antara pasukannya. (foto wikipedia)

suaramerdeka.com - Terbunuhnya Brigjen Mallaby dalam pertempuran di Surabaya antara pejuang Indonesia melawan tentara sekutu tanggal 30 Oktober 1945 sempat memicu kontroversi.

Benarkah Brigjen Mallaby dibunuh secara licik oleh pasukan sekutu sendiri yang kemudian menuai kontroversi?

Adalah Tom Driberg, seorang anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris yang mengungkap kontroversi terbunuhnya Brigjen Mallaby di Surabaya.

Baca Juga: Pemerintah Terapkan Prinsip GRC Selama Pandemi, Tuntut Penyesuaian Fungsi

Pada 20 Februari 1946, Tom Driberg dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan tuduhan dan dugaan Inggris bahwa baku tembak ini dimulai oleh pejuang Indonesia dan Mallaby dibunuh secara licik.

Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan di bawah pimpinan Brigjen Mallaby yang memulai baku tembak dengan pasukan pejuang Indonesia.

Sebab mereka tidak mengetahui bahwa  gencatan senjata sedang berlaku sebagai akibat mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi dengan Mallaby.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melandai, KAI Larang Mengobrol di Kabin Kereta Selama Perjalanan

Menurut Tom Driberg, setelah memerintahkan penghentian baku tembak oleh pasukan Brigjen Mallaby tersebut, justru Brigjen Mallaby kembali memerintahkan untuk memulai tembakan kembali.

Hal ini berarti gencatan senjata telah pecah karena perintah Brigjen Mallaby dan pada akhirnya peluru pasukannya telah menewaskan Brigjen Mallaby sendiri.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X